alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Musim Hujan, 3 Kecamatan Ini Rawan DBD

KRAKSAAN, Radar Bromo – Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap menjangkit warga saat musim hujan tiba. Di tengah wabah virus korona yang melanda, penyakit musiman ini masih menjadi perhatian. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mewaspadai 3 wilayah rawan terjadi DBD.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo Dewi Vironica mengatakan, sampai dengan pekan kedua bulan November, terdapat 163 kasus DBD. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu yang tembus 440 kasus.

“Musim hujan tiba DBD perlu diwaspadai. Jika dilihat trend-nya tahun ini jumlah penderita DBD lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

Menurut data yang ada, tahun ini pihaknya mewaspadai 3 wilayah yang memiliki jumlah pasien DBD lebih banyak dibandingkan dengan wilayah lain. Sehingga perlu dilakukan penanganan dan tindakan yang cepat agar penyakit tidak meluas serta pasien dapat disembuhkan.

“Dari laporan yang masuk kami mewaspadai wilayah Kraksaan, Leces, dan Dringu. Tiga wilayah tersebut paling menonjol jumlah pasiennya. Tapi tidak menjadi patokan, sebab tiap tahun wilayahnya berubah-ubah sesuai dengan laporan. Jumlah pasien pun diprediksi akan meningkat sampai dengan akhir tahun,” katanya.

Di tengah pandemi Covid-19 upaya untuk tetap mengedukasi warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3 M plus. Dengan menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, dan mengubur/mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Selain itu tindakan pencegahan bisa dilakukan dari lingkungan paling kecil yakni lingkungan rumah, dengan memperhatikan tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

“Penanganan DBD tahun ini berbeda dengan tahun lalu, berada ditengah pandemi menuntut petugas harus lebih waspada. Kasus DBD perlu ditekan namun juga harus memerangi penyebaran virus korona,” tuturnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap menjangkit warga saat musim hujan tiba. Di tengah wabah virus korona yang melanda, penyakit musiman ini masih menjadi perhatian. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mewaspadai 3 wilayah rawan terjadi DBD.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo Dewi Vironica mengatakan, sampai dengan pekan kedua bulan November, terdapat 163 kasus DBD. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu yang tembus 440 kasus.

“Musim hujan tiba DBD perlu diwaspadai. Jika dilihat trend-nya tahun ini jumlah penderita DBD lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

Menurut data yang ada, tahun ini pihaknya mewaspadai 3 wilayah yang memiliki jumlah pasien DBD lebih banyak dibandingkan dengan wilayah lain. Sehingga perlu dilakukan penanganan dan tindakan yang cepat agar penyakit tidak meluas serta pasien dapat disembuhkan.

“Dari laporan yang masuk kami mewaspadai wilayah Kraksaan, Leces, dan Dringu. Tiga wilayah tersebut paling menonjol jumlah pasiennya. Tapi tidak menjadi patokan, sebab tiap tahun wilayahnya berubah-ubah sesuai dengan laporan. Jumlah pasien pun diprediksi akan meningkat sampai dengan akhir tahun,” katanya.

Di tengah pandemi Covid-19 upaya untuk tetap mengedukasi warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3 M plus. Dengan menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, dan mengubur/mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Selain itu tindakan pencegahan bisa dilakukan dari lingkungan paling kecil yakni lingkungan rumah, dengan memperhatikan tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.

“Penanganan DBD tahun ini berbeda dengan tahun lalu, berada ditengah pandemi menuntut petugas harus lebih waspada. Kasus DBD perlu ditekan namun juga harus memerangi penyebaran virus korona,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/