alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Tunggu Situasi Membaik Dulu Baru Buka Perpustakaan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bukan hanya ruang terbuka hijau (RTH). Sejumlah fasilitas untuk publik di Kabupaten Probolinggo, juga masih banyak belum dibuka untuk umum. Seperti perpustakaan daerah (Perpusda). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo masih mewaspadai potensi terjadinya penambahan kasus Covid-19. Pembukaan pun masih menunggu situasi benar-benar membaik.

Kepala Bidang Perpustakaan Suryana Nuring Perbawani mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19. Perihal pembukaan perpustakaan yang tutup sejak beberapa bulan lalu itu. Utamanya perkembangan kasus yang sampai dengan saat ini masih menjadi perhatian serius semua pihak.

“Layanan perpustakaan daerah masih kami tutup walaupun level PPKM-nya sudah membaik. Untuk membukanya kembali masih kami koordinasikan,” ujarnya.

Sebenarnya, Perpusda pernah dibuka pada Februari lalu. Dibukanya layanan Perpusda beberapa waktu lalu diharapkan dapat menjadi jujugan pegiat literasi yang membutuhkan bahan bacaan untuk menambah wawasan. Namun dalam kondisi pandemi perlu ada penyesuaian mekanisme kunjungan.

Di antaranya adalah hanya menerima 20 orang pengunjung dibagi dalam 2 gelombang. Masing-masing gelombang hanya diperbolehkan 10 orang yang bisa masuk ke layanan ruang baca. Pengunjung dibatasi paling lama 1 jam. Sementara itu untuk layanan internet yang berada di luar ruangan dibatasi hanya untuk 20 orang.

“Dulu pernah dibuka, sayangnya pembukaan tersebut tidak bertahan lama karena ada lonjakan kasus,” ungkapnya.

Sementara saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo. Tentunya kebutuhan akan literasi diperlukan untuk menunjang aktivitas sekolah. Di mana hal ini dapat dipenuhi dengan buku koleksi yang ada di Perpustakaan daerah.

“Selama masih belum dibuka, kami melakukan penyediaan buku untuk dipinjam sekolah. Ini dilakukan secara bergantian. Melihat aktivitas PTM yang sudah dilakukan oleh banyak sekolah. Kami upayakan pekan depan perpustakaan daerah bisa kembali buka,” tandasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Bukan hanya ruang terbuka hijau (RTH). Sejumlah fasilitas untuk publik di Kabupaten Probolinggo, juga masih banyak belum dibuka untuk umum. Seperti perpustakaan daerah (Perpusda). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo masih mewaspadai potensi terjadinya penambahan kasus Covid-19. Pembukaan pun masih menunggu situasi benar-benar membaik.

Kepala Bidang Perpustakaan Suryana Nuring Perbawani mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19. Perihal pembukaan perpustakaan yang tutup sejak beberapa bulan lalu itu. Utamanya perkembangan kasus yang sampai dengan saat ini masih menjadi perhatian serius semua pihak.

“Layanan perpustakaan daerah masih kami tutup walaupun level PPKM-nya sudah membaik. Untuk membukanya kembali masih kami koordinasikan,” ujarnya.

Sebenarnya, Perpusda pernah dibuka pada Februari lalu. Dibukanya layanan Perpusda beberapa waktu lalu diharapkan dapat menjadi jujugan pegiat literasi yang membutuhkan bahan bacaan untuk menambah wawasan. Namun dalam kondisi pandemi perlu ada penyesuaian mekanisme kunjungan.

Di antaranya adalah hanya menerima 20 orang pengunjung dibagi dalam 2 gelombang. Masing-masing gelombang hanya diperbolehkan 10 orang yang bisa masuk ke layanan ruang baca. Pengunjung dibatasi paling lama 1 jam. Sementara itu untuk layanan internet yang berada di luar ruangan dibatasi hanya untuk 20 orang.

“Dulu pernah dibuka, sayangnya pembukaan tersebut tidak bertahan lama karena ada lonjakan kasus,” ungkapnya.

Sementara saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo. Tentunya kebutuhan akan literasi diperlukan untuk menunjang aktivitas sekolah. Di mana hal ini dapat dipenuhi dengan buku koleksi yang ada di Perpustakaan daerah.

“Selama masih belum dibuka, kami melakukan penyediaan buku untuk dipinjam sekolah. Ini dilakukan secara bergantian. Melihat aktivitas PTM yang sudah dilakukan oleh banyak sekolah. Kami upayakan pekan depan perpustakaan daerah bisa kembali buka,” tandasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU