alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Mulai Hujan, Waspadai Demam Berdarah

DRINGU, Radar Bromo – Hujan mulai mengguyur Probolinggo. Tak hanya penyebaran covid, kasus demam berdarah dengue (DBD) juga harus diwaspadai.

Penyakit ini disebabkan virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Serangga ini membawa virus untuk menginfeksi darah manusia dengan gigitan dan mentransfer darah yang terinfeksi ke orang lain.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo telah mengantisipasi serangan DBD. Salah satunya mengingatkan kembali seluruh puskesmas di Kabupaten Probolinggo agar melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Lebih baik diantisipasi sebelum terlambat. Kami harap agar segera melakukan pencegahan penyakit demam berdarah,” ujar Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Dewi Veronica, Minggu (12/9).

Salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Saat musim hujan, genangan air sangat mudah menjadi tempat jentik berkembang. Selain itu, dalam sepekan belakangan hujan di Kabupaten Probolinggo cukup sering, pencegahan pun harus segera dilakukan.

“Masyarakat sudah banyak yang tahu. Seperti tempat genangan air, tempat pembuangan sampah, kamar mandi, tempat kotor di rumah, dan yang lainnya. Intinya, hindari membuat tempat yang bisa jadi sarang nyamuk,” ujarnya.

Agar lolos dari ancaman DBD, Dewi menyarankan agar masyarakat ekstrawaspada. Serta, berperan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Terutama di tempat yang menjadi habitat endemik nyamuk.

“Tempat yang biasa remeh-temeh, seperti genangan air di galon yang sudah lama. Kalau itu dibuka, pasti akan ditemukan jentik. Tanpa kita sadari itu juga bahaya,” ujar perempuan asal Balikpapan ini.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sejak Januari-Mei 2021, sudah ada 97 pasien DBD di Kabupaten Probolinggo. Pada Maret lalu, dari jumlah 53 pasien, salah seorang di antaranya meninggal dunia. (mu/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Hujan mulai mengguyur Probolinggo. Tak hanya penyebaran covid, kasus demam berdarah dengue (DBD) juga harus diwaspadai.

Penyakit ini disebabkan virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Serangga ini membawa virus untuk menginfeksi darah manusia dengan gigitan dan mentransfer darah yang terinfeksi ke orang lain.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo telah mengantisipasi serangan DBD. Salah satunya mengingatkan kembali seluruh puskesmas di Kabupaten Probolinggo agar melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Lebih baik diantisipasi sebelum terlambat. Kami harap agar segera melakukan pencegahan penyakit demam berdarah,” ujar Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Dewi Veronica, Minggu (12/9).

Salah satunya dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Saat musim hujan, genangan air sangat mudah menjadi tempat jentik berkembang. Selain itu, dalam sepekan belakangan hujan di Kabupaten Probolinggo cukup sering, pencegahan pun harus segera dilakukan.

“Masyarakat sudah banyak yang tahu. Seperti tempat genangan air, tempat pembuangan sampah, kamar mandi, tempat kotor di rumah, dan yang lainnya. Intinya, hindari membuat tempat yang bisa jadi sarang nyamuk,” ujarnya.

Agar lolos dari ancaman DBD, Dewi menyarankan agar masyarakat ekstrawaspada. Serta, berperan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Terutama di tempat yang menjadi habitat endemik nyamuk.

“Tempat yang biasa remeh-temeh, seperti genangan air di galon yang sudah lama. Kalau itu dibuka, pasti akan ditemukan jentik. Tanpa kita sadari itu juga bahaya,” ujar perempuan asal Balikpapan ini.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, sejak Januari-Mei 2021, sudah ada 97 pasien DBD di Kabupaten Probolinggo. Pada Maret lalu, dari jumlah 53 pasien, salah seorang di antaranya meninggal dunia. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU