alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Belum Berani Buka Alun-Alun Kraksaan meski Sudah Level 2

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Probolinggo kini menjadi level 2. Ini berdampak pada aturan yang kian melonggar. Kendati demikian Alun-alun Kraksaan hingga kini masih belum dibuka untuk umum.

Alun-alun Kraksaan menjadi salah satu favorit masyarakat. Fasilitas publik tersebut menjadi wisata alternatif yang murah meriah bersama keluarga. Tidak hanya itu alun-alun juga dimanfaatkan oleh warga untuk berolahraga demi menjaga kebugaran.

Sayangnya fasilitas publik masih ditutup. Bahkan seluruh sisi alun-alun masih tampak dipagar untuk menghalau kunjungan.

“Sejatinya masih ditutup, meskipun demikian tetap saja ada warga yang berkunjung. Namun hanya beberapa saja tidak banyak,” ujar Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Hidayatul Amanah saat ditemui Senin (13/9).

Dalam Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 dijelaskan jika fasilitas umum meliputi area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya, diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen. Itupun harus mengutamakan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sayangnya aturan ini masih belum diterapkan oleh DLH. Sebab tidak ingin gegabah, perlu dilakukan pengamatan sebelum benar-benar resmi dibuka. “Untuk resminya masih kami lakukan pemantauan, kalau situasi sudah benar-benar baik tentunya akan segera kami buka,” ungkapnya.

Hidyatul mengatakan jika pertimbangan untuk tidak segera membuka Alun-alun Kraksaan perlu dilakukan. Sebab alun-alun merupakan fasilitas publik yang menjadi tempat berkumpul masyarakat. Dengan demikian potensi kerumunan juga terbuka lebar. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Probolinggo kini menjadi level 2. Ini berdampak pada aturan yang kian melonggar. Kendati demikian Alun-alun Kraksaan hingga kini masih belum dibuka untuk umum.

Alun-alun Kraksaan menjadi salah satu favorit masyarakat. Fasilitas publik tersebut menjadi wisata alternatif yang murah meriah bersama keluarga. Tidak hanya itu alun-alun juga dimanfaatkan oleh warga untuk berolahraga demi menjaga kebugaran.

Sayangnya fasilitas publik masih ditutup. Bahkan seluruh sisi alun-alun masih tampak dipagar untuk menghalau kunjungan.

“Sejatinya masih ditutup, meskipun demikian tetap saja ada warga yang berkunjung. Namun hanya beberapa saja tidak banyak,” ujar Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Hidayatul Amanah saat ditemui Senin (13/9).

Dalam Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 dijelaskan jika fasilitas umum meliputi area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya, diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen. Itupun harus mengutamakan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sayangnya aturan ini masih belum diterapkan oleh DLH. Sebab tidak ingin gegabah, perlu dilakukan pengamatan sebelum benar-benar resmi dibuka. “Untuk resminya masih kami lakukan pemantauan, kalau situasi sudah benar-benar baik tentunya akan segera kami buka,” ungkapnya.

Hidyatul mengatakan jika pertimbangan untuk tidak segera membuka Alun-alun Kraksaan perlu dilakukan. Sebab alun-alun merupakan fasilitas publik yang menjadi tempat berkumpul masyarakat. Dengan demikian potensi kerumunan juga terbuka lebar. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU