alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Bakal Tinjau Gudang Lagi Bila Harga Tak Berubah

KRAKSAAN, Radar Bromo – Harga tembakau yang masih cenderung rendah, kembali jadi perhatian Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo. Bila tak ada perubahan harga, komisi yang membidangi perekonomian dan keuangan itu bakal kembali meninjau ke gudang-gudang tembakau.

“Dalam sepekan ini apabila harga masih tetap (murah) kami akan melakukan sidak kembali ke gudang. Itu, untuk melihat bagaimana harga di gudang,” ujar anggota Komisi B, Wahid Nurahman.

Pada sidak sebelumnya, dewan mendapati penjelasan bahwa harga tembakau tidak melulu di angka Rp 20 ribuan per kilogram. “Sebelumnya gudang mengatakan harga itu mengikuti tembakau. Untuk paling bawah itu dimulai dari harga Rp 24 ribu dan tembakau tengah harganya bisa sampai Rp 30 ribu per kg,” imbuhnya.

Sementara itu, di tingkat petani sendiri harga masih sangat jauh dari kata untung. Ketika di kalkulasi dengan Biaya Indeks Produksi (BIP) pada tahun ini, yakni Rp 24 juta per hektare sangat jauh.

Menurut perwakilan Asosiasi Petani Tembakau Probolinggo Mudzakir, harga saat ini memang masih jauh dari kata untung.

“Untungnya petani apabila harga itu ada pada Rp 35 ribu per kilogram. Kalau di bawah itu, dikalkulasi dengan BIP saja sudah tidak nutut alias rugi. Sehingga, keluhan harga ini memang banyak di tingkat petani,” akunya. (mu/mie/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Harga tembakau yang masih cenderung rendah, kembali jadi perhatian Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo. Bila tak ada perubahan harga, komisi yang membidangi perekonomian dan keuangan itu bakal kembali meninjau ke gudang-gudang tembakau.

“Dalam sepekan ini apabila harga masih tetap (murah) kami akan melakukan sidak kembali ke gudang. Itu, untuk melihat bagaimana harga di gudang,” ujar anggota Komisi B, Wahid Nurahman.

Pada sidak sebelumnya, dewan mendapati penjelasan bahwa harga tembakau tidak melulu di angka Rp 20 ribuan per kilogram. “Sebelumnya gudang mengatakan harga itu mengikuti tembakau. Untuk paling bawah itu dimulai dari harga Rp 24 ribu dan tembakau tengah harganya bisa sampai Rp 30 ribu per kg,” imbuhnya.

Sementara itu, di tingkat petani sendiri harga masih sangat jauh dari kata untung. Ketika di kalkulasi dengan Biaya Indeks Produksi (BIP) pada tahun ini, yakni Rp 24 juta per hektare sangat jauh.

Menurut perwakilan Asosiasi Petani Tembakau Probolinggo Mudzakir, harga saat ini memang masih jauh dari kata untung.

“Untungnya petani apabila harga itu ada pada Rp 35 ribu per kilogram. Kalau di bawah itu, dikalkulasi dengan BIP saja sudah tidak nutut alias rugi. Sehingga, keluhan harga ini memang banyak di tingkat petani,” akunya. (mu/mie/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/