alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Sampah di TPA Seboro Diprediksi Overload 2024

KREJENGAN, Radar Bromo Kabupaten Probolinggo hanya memiliki satu tempat pemrosesan akhir (TPA) yang ada di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten setempat. Sesuai masterplan, TPA Seboro tersebut diperkirakan tahun 2024 bakal overload. Kondisi itu, harus segera diatasi dengan menyiapkan TPA di tempat lain.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwi Joko Nurjayadi. Saat dikonfirmasi kemarin, Joko -sapaan akrabnya- mengatakan, awal rencana pembangunan TPA di Kabupaten Probolinggo ada dua titik. Namun, beberapa tahun lalu, TPA yang terealisasi dibangun hanya satu titik. Yakni TPA Seboro, Krejengan.

”Sesuai masterplan, TPA Seboro itu akan overload tahun 2024. Sekarang sudah tahun 2021. Jadi, memang perlu diantisipasi dan siapkan. Khawatirnya, tahun 2024 sampah di TPA Seboro benar-benar overload,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Jumlah sampah yang diangkut tiap harinya dan masuk ke TPA Seboro dikatakan Joko, cukup tinggi. Diperkirakan tiap harinya sekitar 45 ton sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) ke TPA Seboro. Hingga triwulan awal tahun ini, hampir 5.000 ton yang masuk ke TPA Seboro.

”Produksi sampah memang naik sekitar 2 ton tiap harinya. Salah satu dampaknya musim hujan, yang bikin tambah produksi sampah,” terangnya.

Ditanya soal kapasitas TPA Seboro? Joko mengungkapkan, dalam masterplan tidak sebutkan kapasitas sampah yang bisa ditampung TPA Seboro. Hanya saja, TPA dengan luas lahan sekitar 5 hektar itu, dalam masterplan diperkirakan overload tahun 2024. ”Untuk saat ini sebagian sudah terpakai untuk sampah,” ujarnya. (mas/fun)

KREJENGAN, Radar Bromo Kabupaten Probolinggo hanya memiliki satu tempat pemrosesan akhir (TPA) yang ada di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten setempat. Sesuai masterplan, TPA Seboro tersebut diperkirakan tahun 2024 bakal overload. Kondisi itu, harus segera diatasi dengan menyiapkan TPA di tempat lain.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwi Joko Nurjayadi. Saat dikonfirmasi kemarin, Joko -sapaan akrabnya- mengatakan, awal rencana pembangunan TPA di Kabupaten Probolinggo ada dua titik. Namun, beberapa tahun lalu, TPA yang terealisasi dibangun hanya satu titik. Yakni TPA Seboro, Krejengan.

”Sesuai masterplan, TPA Seboro itu akan overload tahun 2024. Sekarang sudah tahun 2021. Jadi, memang perlu diantisipasi dan siapkan. Khawatirnya, tahun 2024 sampah di TPA Seboro benar-benar overload,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Jumlah sampah yang diangkut tiap harinya dan masuk ke TPA Seboro dikatakan Joko, cukup tinggi. Diperkirakan tiap harinya sekitar 45 ton sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) ke TPA Seboro. Hingga triwulan awal tahun ini, hampir 5.000 ton yang masuk ke TPA Seboro.

”Produksi sampah memang naik sekitar 2 ton tiap harinya. Salah satu dampaknya musim hujan, yang bikin tambah produksi sampah,” terangnya.

Ditanya soal kapasitas TPA Seboro? Joko mengungkapkan, dalam masterplan tidak sebutkan kapasitas sampah yang bisa ditampung TPA Seboro. Hanya saja, TPA dengan luas lahan sekitar 5 hektar itu, dalam masterplan diperkirakan overload tahun 2024. ”Untuk saat ini sebagian sudah terpakai untuk sampah,” ujarnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/