Musim Hujan, Sapi Madura Makin Mahal, Kenaikannya Bisa Segini

KRAKSAAN, Radar Bromo – Memasuki musim hujan, membuat harga sapi yang dikirim dari Madura ke Probolinggo melalui jalur laut semakin mahal. Bahkan, kenaikannya bisa mencapai Rp 1 juta per ekor.

Kenaikan harga itu diungkap salah seorang pedagang sapi dari Pulau Madura, Abdul Aziz, 39. Menurutnya, naiknya harga sapi sudah terjadi di Madura sejak awal musim hujan. Sebab, pada musim hujan rerumputan sudah mulai tumbuh di Madura.

“Di Madura saat musim hujan harga sapi mengalami kenaikan. Seperti saat ini. Penyebabnya, saat musim hujan daun hijau di Madura sudah mulai ada. Sehingga, para peternak di sana tidak bingung mencari pakan sapi,” ujarnya.

Berbeda saat kemarau. Aziz mengatakan, harga sapi saat kemarau akan menurun. Para peternak sapi banyak yang ingin ternaknya laku karena sulitnya mendapatkan pakan sapi.

Aziz menyebutkan, harga sapi saat ini berada pada kisaran Rp 7 juta sampai Rp 8 juta untuk sapi jantan. Sedangkan, untuk sapi betina sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per ekor. Berbeda saat kemarau, harga sapi jantan hanya Rp 6,5 sampai Rp 7 juta dan sapi betina Rp 5,5 juta sampai Rp 6 juta. “Saat musim hujan harga sapi mahal. Selain itu, saat musim hujan biasanya para petani di Probolinggo banyak yang mau berternak sapi,” ujarnya.

Makin mahalnya harga sapi Madura diamini oleh Paramedik Veteriner, Balai Karantina Wilayah Kerja Kalibuntu Slamet Riyadi. Menurutnya, kenaikan harga sapi sudah biasa terjadi saat musim hujan.

Meski kapal pengangkut sapi saat ini hanya tinggal satu, peminat sapi bertambah. Jumat (10/1) lalu, ada 52 ekor sapi Madura yang masuk ke Probolinggo melalui Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. “Meski saat ini kapal hanya tinggal satu, tapi pengiriman tetap berlangsung,” ujarnya. (mg1/rud/fun)