alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Lahan Tembakau di Musim Hujan Masih Ada yang Belum Dipanen

BESUK, Radar Bromo– Saat penghujan tiba, biasanya menjadi akhir musim bagi para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo. Hanya saja sampai saat ini hujan sudah mengguyur, ada bebeberapa lahan pertanian warga yang tembakaunya masih berdiri kokoh.

Dari hasil pantauan Jawa Pos Radar Bromo, lahan pertanian yang masih ditanami tembakau tersebut ada di beberapa wilayah. Diantaranya di Desa Sumberan, Kecamatan Besuk dan Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan.

Ali Wafa salah satu Petani tembakau di Desa Sumberan menjelaskan, telatnya panen tembakau ini terjadi di beberapa lahan petani setempat lantaran curah hujan yang ternyata datang lebih cepat dari prediksi. Selain itu belum selesainya panen pada varietas tanam padi sebelumnya juga menjadi salah satu faktor.

“Ada bebrapa lahan milik petani disini yang belum melangsungkan panen. Itu karena kami kira hujan akan terjadi di bulan Desember awal. Ternyata dari Oktober akhir hujan sudah mulai mengguyur. Selain itu, dilahan saya sebelumnya juga belum selesai panen varietas lain yang sebelumnya,” ujarnya.

Meski lahan pertanian tembakau miliknya tidak sampai satu hektare, ia mengatakan, kerugian jelas akan dialami oleh pihaknya. Lebih dari itu kehawatiran lainnya ada pada bagaimana untuk mengeluarkan hasil panennya nanti.

“Sudah jelas rugi. Namun yang dipikirkan penjualannya nanti. Sebab saya masih belum tahu gudang maupun pengepul masih akan mengambil hasil panen saya ini. ” ujarnya.

Sejatinya belum dilakukan panen oleh petani hingga bulan Nopember ini sama seperti pada tahun lalu. Di tahun lalu saat Jawa Pos Radar Bromo datang ke desa Sumberan pada bulan yang sama, banyak para petani yang masih sibuk merawat tanaman tembakaunya. Namun. Berbeda dengan tahun lalu, musim kemarau tahun ini lebih singkat.

Sementara itu, adanya telat panen tembakau tersebut di tanggapi oleh Sugito, Ketua Komisi II DRPD Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti perihal perihal kejadian tersebut. Pihaknya juga akan mencari solusi terbaik adanya hal tersebut.

“Kami akan coba datangi gudang-gudang dan membicakan perihal telatnya panen ini. Hal ini  dilakukan lantaran pihak kami kan juga tidak bisa memaksa jika stok di gudang sudah cukup. Ditambah lagi untuk pengambilan barang, gudang ini kan juga membutuhkan modal,” ujarnya. (mu/fun)

BESUK, Radar Bromo– Saat penghujan tiba, biasanya menjadi akhir musim bagi para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo. Hanya saja sampai saat ini hujan sudah mengguyur, ada bebeberapa lahan pertanian warga yang tembakaunya masih berdiri kokoh.

Dari hasil pantauan Jawa Pos Radar Bromo, lahan pertanian yang masih ditanami tembakau tersebut ada di beberapa wilayah. Diantaranya di Desa Sumberan, Kecamatan Besuk dan Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan.

Ali Wafa salah satu Petani tembakau di Desa Sumberan menjelaskan, telatnya panen tembakau ini terjadi di beberapa lahan petani setempat lantaran curah hujan yang ternyata datang lebih cepat dari prediksi. Selain itu belum selesainya panen pada varietas tanam padi sebelumnya juga menjadi salah satu faktor.

“Ada bebrapa lahan milik petani disini yang belum melangsungkan panen. Itu karena kami kira hujan akan terjadi di bulan Desember awal. Ternyata dari Oktober akhir hujan sudah mulai mengguyur. Selain itu, dilahan saya sebelumnya juga belum selesai panen varietas lain yang sebelumnya,” ujarnya.

Meski lahan pertanian tembakau miliknya tidak sampai satu hektare, ia mengatakan, kerugian jelas akan dialami oleh pihaknya. Lebih dari itu kehawatiran lainnya ada pada bagaimana untuk mengeluarkan hasil panennya nanti.

“Sudah jelas rugi. Namun yang dipikirkan penjualannya nanti. Sebab saya masih belum tahu gudang maupun pengepul masih akan mengambil hasil panen saya ini. ” ujarnya.

Sejatinya belum dilakukan panen oleh petani hingga bulan Nopember ini sama seperti pada tahun lalu. Di tahun lalu saat Jawa Pos Radar Bromo datang ke desa Sumberan pada bulan yang sama, banyak para petani yang masih sibuk merawat tanaman tembakaunya. Namun. Berbeda dengan tahun lalu, musim kemarau tahun ini lebih singkat.

Sementara itu, adanya telat panen tembakau tersebut di tanggapi oleh Sugito, Ketua Komisi II DRPD Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti perihal perihal kejadian tersebut. Pihaknya juga akan mencari solusi terbaik adanya hal tersebut.

“Kami akan coba datangi gudang-gudang dan membicakan perihal telatnya panen ini. Hal ini  dilakukan lantaran pihak kami kan juga tidak bisa memaksa jika stok di gudang sudah cukup. Ditambah lagi untuk pengambilan barang, gudang ini kan juga membutuhkan modal,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/