alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Kemenkes Gelontor Rp 18 Miliar untuk RSUD Waluyo Jati-Tongas

KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah pusat begitu serius menangani pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Tak terkecuali untuk daerah. Keseriusan ini dibuktikan dengan pemberian kucuran dana sebesar Rp 18.874.623.000 kepada dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang menjadi rujukan penanganan pasien virus korona di Kabupaten Probolinggo.

Dua RSUD tersebut diantaranya adalah RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RSUD Tongas. Bantuan ini sedianya akan digunakan untuk pembelian peralatan kesehatan yang akan digunakan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

“Bantuan pemerintah tahun anggaran 2020 ini diberikan kepada RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebesar Rp 15.305.000.000 dan RSUD Tongas sebesar Rp 3.569.623.000,” ujar Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina.

Bantuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Perubahan Peraturan Bupati Tentang Penjabaran APBD tahun anggaran 2020, karena Perubahan APBD 2020 sudah selesai. Tata kelola nantinya akan mempedomani Keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Nomor : HK.02.02/I/3771/2020 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang dalam rangka pembelian peralatan kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

“Berkaitan dengan pemanfaatan bantuan, RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RSUD Tongas melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” katanya.

Menurut Dewi, bantuan dari pemerintah pusat ini  tidak hanya diberikan kepada Kabupaten Probolinggo. Tetapi juga diberikan kepada seluruh rumah sakit rujukan percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Seluruh Indonesia.

Harapannya agar dapat meningkatkan kualitas layanan dan percepatan penanganan virus. Sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran virus yang hingga saat ini masih belum usai.

“Bantuan pemerintah yang sudah diberikan semoga bisa segera dimanfaatkan. Pengadaan barang dan jasanya dapat segera direaliasasikan secara maksimal. Sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan yang saat ini sedang dibutuhkan,” tuturnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah pusat begitu serius menangani pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Tak terkecuali untuk daerah. Keseriusan ini dibuktikan dengan pemberian kucuran dana sebesar Rp 18.874.623.000 kepada dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang menjadi rujukan penanganan pasien virus korona di Kabupaten Probolinggo.

Dua RSUD tersebut diantaranya adalah RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RSUD Tongas. Bantuan ini sedianya akan digunakan untuk pembelian peralatan kesehatan yang akan digunakan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

“Bantuan pemerintah tahun anggaran 2020 ini diberikan kepada RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebesar Rp 15.305.000.000 dan RSUD Tongas sebesar Rp 3.569.623.000,” ujar Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina.

Bantuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Perubahan Peraturan Bupati Tentang Penjabaran APBD tahun anggaran 2020, karena Perubahan APBD 2020 sudah selesai. Tata kelola nantinya akan mempedomani Keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Nomor : HK.02.02/I/3771/2020 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah dalam bentuk uang dalam rangka pembelian peralatan kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

“Berkaitan dengan pemanfaatan bantuan, RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan RSUD Tongas melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” katanya.

Menurut Dewi, bantuan dari pemerintah pusat ini  tidak hanya diberikan kepada Kabupaten Probolinggo. Tetapi juga diberikan kepada seluruh rumah sakit rujukan percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Seluruh Indonesia.

Harapannya agar dapat meningkatkan kualitas layanan dan percepatan penanganan virus. Sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran virus yang hingga saat ini masih belum usai.

“Bantuan pemerintah yang sudah diberikan semoga bisa segera dimanfaatkan. Pengadaan barang dan jasanya dapat segera direaliasasikan secara maksimal. Sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan yang saat ini sedang dibutuhkan,” tuturnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/