Klaim Tolak Garam Impor, Disperindag Bakal Cek Harga ke Petani

DISIMPAN: Harianto, petani tambak garam di daerah Curahsawo, menunjukkan garam hasil lahannya. Belakangan petani tambak garam mengaku, harga garam murah lantaran mencapai Rp 500 perkilogram. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo– Harga anjlok yang dikeluhkan petani garam di Kabupaten Probolinggo, direspon oleh Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo. Secepatnya Disperindag akan melakukan pengecekan langsung kepada petani dan pengepul garam.

Hanya saja Disperindag memastikan, saat ini tak ada garam impor di Kabupaten Probolinggo. Sebab, beberapa waktu lalu Kabupaten Probolinggo sudah menolak.

Deny Kartika Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Probolinggo menjelaskan, pengecekan harga garam nantinya akan dilakukan. Sebab pihaknya masih belum tahu betul berapa harga yang ada di pasaran.

Pihaknya juga akan mencari tahu penyebab kenapa harga garam tersebut mengalami penurunan. “Selesai memastikan harga, kami juga akan langsung mencari permasalahannya itu apa,” uajrnya.

Deni Kartika Sari juga menyampaikan, anjloknya garam di Kabupaten Probolinggo bukan karena adanya impor garam dari luar. Beberapa waktu lalu, Kabupaten Probolinggo memang sempat mendapatkan tawaran dari pihak PT Garam Indonesia untuk garam impor dari India. “Memang ada tawaran, dan  itu resmi. Tetapi pihak kami menolak,” ujarnya.

Penolakan yang dilakukan beralasan, produksi garam yang ada di Kabupaten Probolinggo juga sangat baik, dan bisa memenuhi kebutuhan garam daerah. Bahkan berlimpah. Sehingga pihaknya menyampaikan untuk dikaji ulang.

“Kami meminta untuk dikaji ulang, karena garam yang ada di Probolinggo surplus,” ujarnya.

Harga garam menurun itu sebelumya dikeluhkan petani tambak garam di Desa Curahsawo,  Kecamatan Gending. Beberapa petani tambak mengaku harga garam berada di nominal Rp 600.000 perton.

Petani tambak sempat menduga, turunnya harga garam akibat adanya impor yang dilakukan oleh pemerintah. terhadap garam yang berdampak pada harga garam. Itu dibuktikannya dengan unjukrasa yang pernah dilakukan petani tambak garam di Madura beberapa lalu. (mg1/fun)