alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Mantan Pj Kades Ranu Wurung Belum Kembalikan BLT-DD

GADING, Radar Bromo – Polemik belum cairnya bantuan langsung tunai dari dana desa (BLT-DD) triwulan pertama di Desa Ranu Wurung, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, terus bergulir. Eks Penjabat (Pj) Kepala Desa Ranu Wurung berinisial W, belum juga mengembalikan anggarannya.

Di sisi lain, warga dan Pemerintah Desa Ranu Wurung berharap anggaran BLT-DD itu segera dikembalikan dan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Sebab, seharusnya KPM telah menerimanya sejak Januari 2022.

Namun, mereka harus bersabar, karena dana BLT-DD triwulan pertama (Januari, Februari, Maret), diduga telah ditilap oleh W. Karena itu, KPM tidak bisa segera memanfaatkan bantuan yang disalurkan sebagai stuimulus di masa pandemi Covid-19 itu.

Kepala Desa Ranu Wurung Abdul Latip mengaku, sejauh ini belum mengetahui pasti soal proses dana BLT-DD triwulan pertama 2022. Karena permasalah ini sudah menjadi ranah Inspektorat Kabupaten Probolinggo untuk memprosesnya.

Namun, menurutnya, masyarakat dan pihaknya berharap dana BLT-DD itu segera dikembalikan, sehingga bisa segera disalurkan kepada KPM. “Kalau soal BLT-DD triwulan pertama, saya tidak tahu. Itu ranahnya Inspektorat. Kalau warga, ya berharap BLT-DD itu bisa dibagikan pada mereka,” katanya, Selasa (12/7).

Inspektur Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, pihaknya masih memproses terkait aduan dana BLT-DD di Desa Ranu Wurung, yang tidak disalurkan. Katanya, W mengaku beriktikad baik. Mengaku sanggup mengembalikan dana BLT-DD yang telah dipakainya.

Tetapi, sampai kemarin yang bersangkutan belum mengembalikannya. Pihaknya berharap, W yang kini menjadi staf di Kecamatan Gading, itu segera menepati janjinya. “Sudah membuat surat pernyataan sanggup mengembalikan dana BLT-DD triwulan pertama itu. Tapi, ini masih kami tunggu,” ujarnya.

GADING, Radar Bromo – Polemik belum cairnya bantuan langsung tunai dari dana desa (BLT-DD) triwulan pertama di Desa Ranu Wurung, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, terus bergulir. Eks Penjabat (Pj) Kepala Desa Ranu Wurung berinisial W, belum juga mengembalikan anggarannya.

Di sisi lain, warga dan Pemerintah Desa Ranu Wurung berharap anggaran BLT-DD itu segera dikembalikan dan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Sebab, seharusnya KPM telah menerimanya sejak Januari 2022.

Namun, mereka harus bersabar, karena dana BLT-DD triwulan pertama (Januari, Februari, Maret), diduga telah ditilap oleh W. Karena itu, KPM tidak bisa segera memanfaatkan bantuan yang disalurkan sebagai stuimulus di masa pandemi Covid-19 itu.

Kepala Desa Ranu Wurung Abdul Latip mengaku, sejauh ini belum mengetahui pasti soal proses dana BLT-DD triwulan pertama 2022. Karena permasalah ini sudah menjadi ranah Inspektorat Kabupaten Probolinggo untuk memprosesnya.

Namun, menurutnya, masyarakat dan pihaknya berharap dana BLT-DD itu segera dikembalikan, sehingga bisa segera disalurkan kepada KPM. “Kalau soal BLT-DD triwulan pertama, saya tidak tahu. Itu ranahnya Inspektorat. Kalau warga, ya berharap BLT-DD itu bisa dibagikan pada mereka,” katanya, Selasa (12/7).

Inspektur Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan, pihaknya masih memproses terkait aduan dana BLT-DD di Desa Ranu Wurung, yang tidak disalurkan. Katanya, W mengaku beriktikad baik. Mengaku sanggup mengembalikan dana BLT-DD yang telah dipakainya.

Tetapi, sampai kemarin yang bersangkutan belum mengembalikannya. Pihaknya berharap, W yang kini menjadi staf di Kecamatan Gading, itu segera menepati janjinya. “Sudah membuat surat pernyataan sanggup mengembalikan dana BLT-DD triwulan pertama itu. Tapi, ini masih kami tunggu,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/