alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Mandi di Sungai Pekalen, Kakek di Maron Tewas Tenggelam  

MARON, Radar Bromo–Tragedi tewas tenggelam di sungai kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Setelah beberapa waktu lalu terjadi di Dringu dan di Gading, Selasa pagi (13/7) insiden memilukan itu terjadi di sungai Pekalen, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron.

Yang jadi korbannya adalah seorang kakek 68 tahun asal Dusun Krajan, Desa Brabe, Kecamatan Maron. Namanya Sari, 68.

Menurut informasi yang dihimpun, pagi itu Sari berpamitan kepada keluarga pukul 05.00 untuk mandi di sungai. Jarak antara rumah dengan sungai sekitar 1 kilometer.

Biasanya, korban memang jalan kaki ke sungai. Menganggap hal tersebut bagian dari kebiasaan korban, keluarga kemudian mengiyakan. Tidak ada kecurigaan.

“Setiap pagi hari memang sering mandi di sungai pekalen. Kadang 2 sampai 3 kali dalam sehari. Makanya saat pamitan keluarga besikap biasa saja,” ujar Kanit Reskrim Polsek Maron, Aipda Dony Harianto.

Namun kekhawatiran pihak keluarga muncul, saat pukul 06.00 korban tidak kunjung balik ke rumah. Tak lama berselang kekhawatiran tersebut mulai terjawab.

Seorang warga dengan tergesa-gesa memberitahukan kepada keluarga jika korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi mengapung. Sari tewas tenggelam.

Sontak keluarga yang mendengar berita tersebut kaget lantas mendatangi lokasi. Saat itu, diketahui jika korban sudah dievakuasi menuju tepi sungai. Mengetahui kondisi tersebut keluarga kemudian menghubungi para medis desa.

Pemeriksaan pun dilakukan dan dipastikan korban meninggal dunia.“Setelah diketahui telah tidak bernyawa, korban langsung dibawa kerumah duka,” ungkapnya.

Polisi medatangi rumah duka dan menyarankan keluarga untuk melakukan autopsi kepada jazad korban. Namun keluarga menolak saran tersebeut dan menganggap kejadian yang menimpa korban adalah hal yang wajar.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk segera melakukan pemakaman. “Keluarga menolak untuk otopsi dan keluarga membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut kepada semua pihak,” jelasnya. (ar/mie)

MARON, Radar Bromo–Tragedi tewas tenggelam di sungai kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Setelah beberapa waktu lalu terjadi di Dringu dan di Gading, Selasa pagi (13/7) insiden memilukan itu terjadi di sungai Pekalen, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron.

Yang jadi korbannya adalah seorang kakek 68 tahun asal Dusun Krajan, Desa Brabe, Kecamatan Maron. Namanya Sari, 68.

Menurut informasi yang dihimpun, pagi itu Sari berpamitan kepada keluarga pukul 05.00 untuk mandi di sungai. Jarak antara rumah dengan sungai sekitar 1 kilometer.

Biasanya, korban memang jalan kaki ke sungai. Menganggap hal tersebut bagian dari kebiasaan korban, keluarga kemudian mengiyakan. Tidak ada kecurigaan.

“Setiap pagi hari memang sering mandi di sungai pekalen. Kadang 2 sampai 3 kali dalam sehari. Makanya saat pamitan keluarga besikap biasa saja,” ujar Kanit Reskrim Polsek Maron, Aipda Dony Harianto.

Namun kekhawatiran pihak keluarga muncul, saat pukul 06.00 korban tidak kunjung balik ke rumah. Tak lama berselang kekhawatiran tersebut mulai terjawab.

Seorang warga dengan tergesa-gesa memberitahukan kepada keluarga jika korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi mengapung. Sari tewas tenggelam.

Sontak keluarga yang mendengar berita tersebut kaget lantas mendatangi lokasi. Saat itu, diketahui jika korban sudah dievakuasi menuju tepi sungai. Mengetahui kondisi tersebut keluarga kemudian menghubungi para medis desa.

Pemeriksaan pun dilakukan dan dipastikan korban meninggal dunia.“Setelah diketahui telah tidak bernyawa, korban langsung dibawa kerumah duka,” ungkapnya.

Polisi medatangi rumah duka dan menyarankan keluarga untuk melakukan autopsi kepada jazad korban. Namun keluarga menolak saran tersebeut dan menganggap kejadian yang menimpa korban adalah hal yang wajar.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk segera melakukan pemakaman. “Keluarga menolak untuk otopsi dan keluarga membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut kepada semua pihak,” jelasnya. (ar/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/