alexametrics
28C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Terdampak Korona, Dua Jembatan di Paiton dan Pajarakan Ini Urung Diperbaiki

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dua jembatan di jalan nasional yang ada di Kabupaten Probolinggo, gagal diperbaiki tahun ini. Keduanya yaitu jembatan di Paiton dan Pajarakan.

Tepatnya di Jalan Raya Jabung Sisir, Kecamatan Paiton di KM 129 + 070. Dan Jalan Raya Sukokerto, Kecamatan Pajarakan di KM 119 + 480. Dua jembatan ini masuk dalam kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Yaitu, wilayah Probolinggo, Paiton, dan Situbondo.

Koordinator Pengawas PPK BPPJN VIII Candra Ervin mengatakan, sejatinya dua jembatan itu akan diperbaiki tahun ini. Bahkan, perbaikannya sudah diajukan pada Januari 2020. Namun, akhirnya batal direalisasikan karena terimbas pandemi korona.

“Selama pandemi Covid-19 ini, sesuai instruksi Presiden, maka paket proyek yang belum lelang harus dialihkan. Apalagi, kebutuhan dana pada perbaikan jembatan ini memang sangat besar. Maka, perbaikan tersebut tidak akan dilakukan pada tahun ini,” ujarnya.

Perbaikan pada kedua jembatan tersebut memiliki jenis perbaikan yang berbeda. Sehingga, anggaran yang dikeluarkan juga berbeda.

Di jembatan Sukokerto, menurut Candra, perbaikan dilakukan dengan cara duplikasi jembatan. Di sini, akan ada dua jembatan di tiap ruas jalan. Yakni, dari arah timur-barat atau jalan arah Surabaya dan dari arah barat ke timur atau arah Banyuwangi.

Sedangkan jembatan di Jabung Sisir, perbaikan akan dilakukan pada lantai jembatan. Sebab, ada penurunan pada lantai jembatan.

Untuk jembatan yang di Jabungsisir itu, BPPJN VIII sudah melakukan penanganan darurat atau sementara pada Mei. Perbaikan dilakukan dengan memberi kerangka baja pada penyangga lantai di sebelah bawah jembatan.

“Sebab, kalau menunggu perbaikan yang dananya dialihkan ke Covid-19, sepertinya jembatan tidak kuat,” tuturnya.

Candra melanjutkan, pihaknya telah menganggarkan sekitar Rp 17 miliar untuk perbaikan dua jembatan itu. Anggarannya bersumber dari APBN.

Rinciannya, Rp 13 miliar untuk perbaikan jembatan yang dilakukan dengan cara duplikat. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan jembatan dan pembebasan lahan setempat. Sebab, sebagian lahan yang akan dibangun jembatan ada permukiman warga.

“Untuk pembebasan lahannya kami anggarkan Rp 4 miliar. Sedangkan pembangunannya sekitar Rp 9 miliar. Lalu untuk jembatan yang masuk ruas jalan Jabung Sisir, anggarannya Rp 4 miliar.

Selanjutnya, menurut Candra, perbaikan dua jembatan tersebut akan diajukan tahun depan. “Perbaikan kedua jembatan ini belum masuk lelang dan kontrak, namun sudah diajukan. Begitupun pada tahun depan kami akan kembali mengajukan, sehingga dapat dilanjutkan,” ujarnya. (mg1/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU