alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Usaha Perusda Belum Berfungsi, Sementara Hanya Kelola Kebun Pisang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebijakan pembatasan kegiatan di tengah Pandemi Covid-19, tidak hanya berdampak pada masyarakat. Dampak tersebut juga dirasakan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Rengganis. Dari lima aset yang dikelola, hanya satu yang mampu dimaksimalkan.

Perusda rengganis memiliki lima aset yang dikelola di antaranya adalah GOR Sasana Krida Kraksaan, Pesanggrahan di Bremi Krucil, Kebun Pisang di Krucil, Kolam Pemandian Jabung Paiton dan Lapangan Tenis Kraksaan. Sayangnya empat aset yang ada masih belum bisa dimaksimalkan lantaran terbentur kebijakan Covid-19 yang dilarang untuk melakukan kegiatan yang memicu kerumunan. Sehinga menyisakan satu aset yang terus dikelola.

“Hanya kebun pisang di Krucil yang saat ini bisa dikelola, sisanya belum,” kata Direktur Perusda Rengganis, Suhud.

Suhud menjelaskan jika kebun pisang yang saat ini ditanam masih dalam tahap pembesaran. Sehingga kontribusi untuk PAD masih belum nampak. Tidak hanya itu, pohon pisang yang telah memiliki tunas nanti akan dipindahkan kepada beberapa petak lahan yang kosong agar mampu menggenjot hasil kebun pisang.

“Pohon yang kami rencanakan untuk bibit ada yang mati. Jadi, beberapa tunas pisang nanti akan kami pindahkan ke lahan kosong satu areal dengan kebun,” ujarnya.

Terkait kerja sama sewa GOR Sasana Krida dan aset lain yang bisa dimanfaatkan oleh atlet Cabor KONI, hingga kini masih belum menemui titik terang. GOR yang cukup layak untuk digunakan kegiatan baik untuk latihan rutin atau latih tanding cabor, masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Hingga kini masih kami komunikasikan, mudah-mudahan ada kabar baik. Sebelumnya memang sudah ada rencana, namun realisasinya belum. Mungkin masih menunggu anggaran,” tutur Suhud. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebijakan pembatasan kegiatan di tengah Pandemi Covid-19, tidak hanya berdampak pada masyarakat. Dampak tersebut juga dirasakan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Rengganis. Dari lima aset yang dikelola, hanya satu yang mampu dimaksimalkan.

Perusda rengganis memiliki lima aset yang dikelola di antaranya adalah GOR Sasana Krida Kraksaan, Pesanggrahan di Bremi Krucil, Kebun Pisang di Krucil, Kolam Pemandian Jabung Paiton dan Lapangan Tenis Kraksaan. Sayangnya empat aset yang ada masih belum bisa dimaksimalkan lantaran terbentur kebijakan Covid-19 yang dilarang untuk melakukan kegiatan yang memicu kerumunan. Sehinga menyisakan satu aset yang terus dikelola.

“Hanya kebun pisang di Krucil yang saat ini bisa dikelola, sisanya belum,” kata Direktur Perusda Rengganis, Suhud.

Suhud menjelaskan jika kebun pisang yang saat ini ditanam masih dalam tahap pembesaran. Sehingga kontribusi untuk PAD masih belum nampak. Tidak hanya itu, pohon pisang yang telah memiliki tunas nanti akan dipindahkan kepada beberapa petak lahan yang kosong agar mampu menggenjot hasil kebun pisang.

“Pohon yang kami rencanakan untuk bibit ada yang mati. Jadi, beberapa tunas pisang nanti akan kami pindahkan ke lahan kosong satu areal dengan kebun,” ujarnya.

Terkait kerja sama sewa GOR Sasana Krida dan aset lain yang bisa dimanfaatkan oleh atlet Cabor KONI, hingga kini masih belum menemui titik terang. GOR yang cukup layak untuk digunakan kegiatan baik untuk latihan rutin atau latih tanding cabor, masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Hingga kini masih kami komunikasikan, mudah-mudahan ada kabar baik. Sebelumnya memang sudah ada rencana, namun realisasinya belum. Mungkin masih menunggu anggaran,” tutur Suhud. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/