alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Target RPH di Kab Probolinggo Dinaikkan Rp 40 Juta dari Tahun Lalu

DRINGU, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 berdampak pada capaian target retribusi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo. Kendati demikian, target tahun 2021 tetap diproyeksikan naik Rp 40 juta dari target tahun lalu.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi mengatakan bahwa target setiap tahun harus ada kenaikan. Sebab akan mempengaruhi kinerja pegawai. Sehingga termotivasi untuk meningkatkan pola kerja menjadi lebih baik. Tentunya agar berkontribusi pada pendapatan asli daerah.

“Target yang harus dicapai sudah disusun jauh sebelumnya. Trendnya selalu naik. Jika tahun lalu hanya Rp 150 juta, tahun ini target RPH sekitar Rp 190 juta,” katanya.

Pendemi yang masih melanda menjadi tantangan dalam mencapai target. Alhasil, perlu dilakukan upaya secara maksimal sejak awal tahun. Pendekatan personal kepada pelaku usaha untuk mempercayakan pemotongan hewan melalui RPH lebih digencarkan. Sebab pemotongan hewan melalui RPH telah terjamin kualitasnya. Baik saat proses sampai dengan penanganan pasca pemotongan.

“Pendekatan personal tentu masih jadi pilihan utama. Ini lebih digencarkan, bahkan dalam periode tertentu kami akan melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi,” ujar Yahyadi.

Selanjutnya terus peningkatan sarana dan prasarana di enam RPH yang tersebar di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya RPH Gading, Besuk, Krejengan, Maron, Banyuanyar, dan Leces. Sehingga pelaku usaha merasa puas saat menggunakan jasa RPH.

Selain itu, tahun ini setiap pelaku usaha yang menggunakan jasa RPH akan ditempel stiker. Upaya ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen. Usaha yang telah ditempeli stiker menandakan bahwa daging yang dijual aman untuk dikonsumsi.

Kriteria aman diberikan setelah memenuhi beberapa syarat. Di antaranya adalah hewan yang disembelih merupakan hewan sehat dan bebas dari penyakit; serta perlakuan pada daging saat disembelih sudah baik dan halal sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Selain untuk menggenjot pendapatan RPH, penempelan stiker juga menjadi salah satu penanda bahwa daging yang dijual sudah aman untuk dikonsumsi. Jadi asal usulnya sudah jelas dari hewan sehat,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU