alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Target Lahan Tanam Kedelai Langsung Digenjot 1.399 Hektare

DRINGU, Radar Bromo – Melambungnya harga tempe menjadi sorotan berbagai pihak. Salah satunya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo. Tahun ini DKPP mendapat target luasan lahan tanam kedelai dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 1.399 hektare.

Jumlah target yang dibebankan tahun ini mengalami kenaikkan cukup drastis. Pasalnya, tahun lalu Kabupaten Probolinggo lahan tanam kedelai hanya ditarget seluas 37 hektare. Target itu dapat dicapai sebelum akhir tahun. Bahkan masih terus dilakukan penanaman hingga akhir tahun sehingga produksi melebihi target yang telah ditetapkan.

“Naik 1.362 hektare dari sebelumnya. Harus bekerja lebih ekstra agar target yang ditentukan dapat tercapai,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetyo.

Menurutnya, kenaikan target luasan lahan dipicu karena harga kedelai yang melambung akibat ketersediaan kedelai yang cukup terbatas. Sehingga produktivitas digenjot melalui target luasan lahan tanam, luasan lahan menjadi poin penentuan target karena tingkat produktivitas dapat diketahui dengan jumlah lahan yang sudah ditanam.

“Jumlah luasan lahan tanam yang sudah terealisasi sedikit banyak mempengaruhi hasil panen. Sehingga yang menjadi target adalah jumlah lahan yang harus dicapai,” ucapnya.

Didik mengatakan, kenaikan target ditentukan Pemprov Jatim. Dengan mempertimbangkan ketahanan pangan yang harus diwujudkan, dan kemampuan wilayah untuk memproduksi bahan pangan. Hingga saat ini kedelai masuk dalam salah satu komoditas pangan yang harus dipenuhi.

Untuk mencapai target yang telah di patok, upaya yang akan dilakukan oleh DKPP adalah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada petani. Utamanya petani diwilayah penghasil kedelai. Selain itu juga memberikan bantuan bibit kedelai kepada petani agar tetap mau menanam kedelai pada lahan miliknya.

“Wilayah yang sangat potensial untuk ditanami kedelai diantarnya Maron, Tegalsiwalan dan Bantaran. Kami upayakan petani tetap melakukan penanaman kedelai. Untuk petani di wilayah lain juga dapat menanam kedelai. Nantinya juga akan dibantu pengadaan bibit oleh pemerintah,” beber Didik. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU