alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Dianggap Halangi Pembeli, Minta Taman Pasar Buah Semampir Dibongkar

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah pedagang di pasar buah Semampir, Kraksaan, meminta taman di pasar setempat, dibongkar. Permintaan itu lantaran taman yang menjadi satu dengan gapura Pasar Buah Semampir, dianggap menjadi menghambat datangnya pembeli oleh para pedagang.

Pedagang di pasar berharap, taman ini dibongkar secepatnya. Seperti yang diungkapkan A Robani, salah seorang pedagang di pasar. Dia mengatakan, adanya taman pasar buah itu sejatinya memang dimaksudkan untuk mempercantik pasar. Namun, menurutnya taman tersebut justru menghambat datangnya calon pembeli.

“Kalau tamannya terawat bagus, namun taman yang dibangun ini tidak terurus. Yang ada justu membuat pembeli sepi lantaran adanya taman ini,” ujarnya saat ditemui, Selasa (12/1).

Menurutnya, pada awal pasar buah tersebut berdiri beberpa tahun lalu, para pembeli yang mengendarai kendaraan roda 4 bisa langsung masuk ke halaman pasar buah. Calon pembeli bisa berhenti langsung di depan lapak pedagang.

Namun, semenjak adanya taman tersebut, akses masuk kendaraan roda 4 menjadi terkendala. Imbasnya terhadap penjualan para pedagang yang semakin sepi. Ditambah lagi taman terbut dalam bebrapa waktu tidak pernah diurus.

“Saya bingung gunanya taman ini apa. Yang ada justru kendaraan roda 4 itu parkirnya sekarang di pinggir jalan, tidak bisa langsung masuk. Sehingga para pembeli itu banyak yang enggan datang,” ujarnya.

Adanya taman itu juga menyebabkan beberapa pedagang di pasar buah tersebut memutuskan untuk juga membuka lapak usaha di pinggir jalan raya, atau tepat berada di depan taman tersebut. Sebab, penjualan di dalam area pasar buah sudah sangat sepi.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Kabid Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Andi Wiroso mengatakan, tata kelola dalam pasar buah tersebut memang masih masuk dalam ranahnya. Namun, terkait dengan taman yang ada, ia menyebut hal tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Pasar buah itu memang ranah kami, tapi tamannya itu bukan. Itu yang garap DLH,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU