alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Minimnya Tambahan Pupuk Bersubsidi di Kab Probolinggo Dievaluasi

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, bulan kemarin telah mendapatkan tambahan kuota pupuk bersubsidi. Namun, jumlahnya dinilai masih minim dibandingkan kebutuhan para petani. Karenanya, DKPP berencana mengusulkan kembali realokasi pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani.

DKPP menilai ketersediaan pupuk harus dipenuhi pada masa tanam ini. Jumlahnya harus tersedia dengan baik sampai masa panen. Khususnya, pupuk bersubsidi yang berkualitas baik dengan harga murah.

“Pemprov tidak menyetujui seluruhnya usulan, hanya beberapa saja. Berdasarkan jumlah kebutuhan yang ada pada e-RDKK masih cukup minim,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno.

Ia mengaku, kini pihaknya sedang mengevaluasi pemenuhan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani hingga akhir tahun. Dalam waktu dekat, akan dibahas jumlah kebutuhan pupuk tambahan yang akan diusulkan kembali ke Pemprov Jatim. “Segera kami bahas realokasi kebutuhan pupuk bersama petugas lapangan. Hasil pembahasan itu nantinya akan coba kami usulkan kembali,” katanya.

Menurutnya, realokasi sangat penting, mengingat jumlah kebutuhan pupuk akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen. Realokasi periode berikutnya akan dilakukan hampir sama dengan usulan yang sebelumnya sudah dikirimkan. Yakni, menambah dua jenis pupuk bersubsidi, berupa Urea dan ZA. Serta, mengurangi jumlah pupuk organik yang belum diminati petani.

“Masih belum tahu pasti pupuk jenis apa saja yang akan diusulkan untuk ditambah dan jenis apa yang akan dikurangi. Bisa jadi, seperti usulan awal dua jenis pupuk ditambah dan satu jenis pupuk dikurangi,” tuturnya.

Pada awal bulan lalu, DKPP mendapatkan tambahan kuota pupuk bersubsidi. Terdiri dari jenis Urea sebanyak 8.181 ton dan 2.989 ton pupuk ZA. Serta, pengurangan pupuk organik sebanyak 3.869 ton. “Kami upayakan yang terbaik. Selama usulan masih memungkinkan, akan dilakukan agar kebutuhan pupuk petani bisa terpenuhi,” ujarnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, bulan kemarin telah mendapatkan tambahan kuota pupuk bersubsidi. Namun, jumlahnya dinilai masih minim dibandingkan kebutuhan para petani. Karenanya, DKPP berencana mengusulkan kembali realokasi pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani.

DKPP menilai ketersediaan pupuk harus dipenuhi pada masa tanam ini. Jumlahnya harus tersedia dengan baik sampai masa panen. Khususnya, pupuk bersubsidi yang berkualitas baik dengan harga murah.

“Pemprov tidak menyetujui seluruhnya usulan, hanya beberapa saja. Berdasarkan jumlah kebutuhan yang ada pada e-RDKK masih cukup minim,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprayitno.

Ia mengaku, kini pihaknya sedang mengevaluasi pemenuhan pupuk bersubsidi yang dibutuhkan petani hingga akhir tahun. Dalam waktu dekat, akan dibahas jumlah kebutuhan pupuk tambahan yang akan diusulkan kembali ke Pemprov Jatim. “Segera kami bahas realokasi kebutuhan pupuk bersama petugas lapangan. Hasil pembahasan itu nantinya akan coba kami usulkan kembali,” katanya.

Menurutnya, realokasi sangat penting, mengingat jumlah kebutuhan pupuk akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas hasil panen. Realokasi periode berikutnya akan dilakukan hampir sama dengan usulan yang sebelumnya sudah dikirimkan. Yakni, menambah dua jenis pupuk bersubsidi, berupa Urea dan ZA. Serta, mengurangi jumlah pupuk organik yang belum diminati petani.

“Masih belum tahu pasti pupuk jenis apa saja yang akan diusulkan untuk ditambah dan jenis apa yang akan dikurangi. Bisa jadi, seperti usulan awal dua jenis pupuk ditambah dan satu jenis pupuk dikurangi,” tuturnya.

Pada awal bulan lalu, DKPP mendapatkan tambahan kuota pupuk bersubsidi. Terdiri dari jenis Urea sebanyak 8.181 ton dan 2.989 ton pupuk ZA. Serta, pengurangan pupuk organik sebanyak 3.869 ton. “Kami upayakan yang terbaik. Selama usulan masih memungkinkan, akan dilakukan agar kebutuhan pupuk petani bisa terpenuhi,” ujarnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/