alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Stop Penyaluran Kartu Tani karena Butuh Update

DRINGU, Radar Bromo – Penyaluran kartu tani di Kabupaten Probolinggo hingga kini masih belum dilanjutkan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengatakan jika penyetopan distribusi kartu lantaran perlu ada pembaruan data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani DKPP Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, penyetopan ini dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi. Macetnya penyaluran kartu yang waktunya cukup lama berpengaruh pada masa penggunaan kartu semakin singkat.

“Sementara kartu tani saat ini masih disetop penyalurannya, masih kami lakukan penyempurnaan data di e-RDKK. Awal tahun depan baru dimulai lagi,” kata Arif senin (11/10).

Menurutnya saat ini proses menghimpun data pembaharuan e-RDKK tengah dilakukan oleh DKPP. Di mana basis data sebelumnya, data petani yang ada di e-RDKK tahun 2021 adalah 133.817 petani. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun 2020 yang terdapat 117.027 petani.

“Untuk keperluan pembaharuan data e-RDKK tahun 2022 masih kami proses. Belum dapat dipastikan jumlahnya. Namun kami prediksikan akan mengalami kenaikan,” ucapnya.

Sebelumnya, penyaluran kartu tani sendiri hanya dilakukan sampai bulan Maret lalu. Sebanyak 30.000 keping kartu tani telah dicetak bertahap didistribusikan kepada petani di 24 kecamatan. Dari keseluruhan kartu tani yang telah dicetak, tidak disitribusikan seluruhnya. Sebab, masih ditahan dan dilakukan validasi. Sehingga hanya sekitar 50 persen berhasil didistribusikan. Sisanya kartu yang dicetak pemiliknya belum ditemukan.

Kendati belum menerima kartu tani, tidak mempengaruhi penyaluran pupuk bersubsidi kepada masyarakat. Karenanya petani yang sudah terdaftar bisa menggunakan haknya walaupun tidak berkartu.

“Petani yang sudah terdaftar di e-RDKK tetap bisa menikmati pupuk bersubsidi. Penyempurnaan masih terus kami lakukan agar kedepannya lebih mudah mengontrol. Jika ada kebijakan strategis dari pusat bisa menggunakan data terbaru,” terang Arif. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Penyaluran kartu tani di Kabupaten Probolinggo hingga kini masih belum dilanjutkan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengatakan jika penyetopan distribusi kartu lantaran perlu ada pembaruan data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Kepala Bidang Pelaksana Penyuluhan dan Bina Usaha Tani DKPP Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, penyetopan ini dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi. Macetnya penyaluran kartu yang waktunya cukup lama berpengaruh pada masa penggunaan kartu semakin singkat.

“Sementara kartu tani saat ini masih disetop penyalurannya, masih kami lakukan penyempurnaan data di e-RDKK. Awal tahun depan baru dimulai lagi,” kata Arif senin (11/10).

Menurutnya saat ini proses menghimpun data pembaharuan e-RDKK tengah dilakukan oleh DKPP. Di mana basis data sebelumnya, data petani yang ada di e-RDKK tahun 2021 adalah 133.817 petani. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun 2020 yang terdapat 117.027 petani.

“Untuk keperluan pembaharuan data e-RDKK tahun 2022 masih kami proses. Belum dapat dipastikan jumlahnya. Namun kami prediksikan akan mengalami kenaikan,” ucapnya.

Sebelumnya, penyaluran kartu tani sendiri hanya dilakukan sampai bulan Maret lalu. Sebanyak 30.000 keping kartu tani telah dicetak bertahap didistribusikan kepada petani di 24 kecamatan. Dari keseluruhan kartu tani yang telah dicetak, tidak disitribusikan seluruhnya. Sebab, masih ditahan dan dilakukan validasi. Sehingga hanya sekitar 50 persen berhasil didistribusikan. Sisanya kartu yang dicetak pemiliknya belum ditemukan.

Kendati belum menerima kartu tani, tidak mempengaruhi penyaluran pupuk bersubsidi kepada masyarakat. Karenanya petani yang sudah terdaftar bisa menggunakan haknya walaupun tidak berkartu.

“Petani yang sudah terdaftar di e-RDKK tetap bisa menikmati pupuk bersubsidi. Penyempurnaan masih terus kami lakukan agar kedepannya lebih mudah mengontrol. Jika ada kebijakan strategis dari pusat bisa menggunakan data terbaru,” terang Arif. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU