alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Pria asal Liprak yang Sering Cari Amal Tewas di Warung Kopi di Bantaran

BANTARAN, Radar Bromo Seorang pencari amal untuk pembangunan masjid menghebohkan warga Dusun Krajan, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (11/6), ia meninggal dunia di sebuah warung kopi Dusun Krajan.

Setelah diselidiki, warga itu diketahui bernama Abdullah, 61. Warga Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Ia meninggal di depan warung kopi milik Suna, 40.

Saat itu, sekitar pukul 17.35, Suna hendak membuka warungnya. Sampai di warung, ia melihat seorang laki-laki parobaya tengkurap berbantal lengan kiri di teras warungnya. Suna mencoba membangunkannya, namun tidak ada respons.

“Pemilik warung (Suna) berpikir orang tersebut sedang kelelahan. Kemudian dibiarkan begitu saja,” ujar Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto, Minggu (12/6).

Sambil membuka warung, Suna sesekali menengok korban. Apakah sudah terbangun atau belum. Setelah membersihkan warung dan menunggu pelanggan, laki-laki itu tidak kunjung bangun. Suna kembali berusaha membangunkannya.

Karena tidak ada respons, Suna curiga. Namun, tak berani memastikannya. Ia pun meminta tolong kepada warga, Zainal Arifin. Zainal pun memeriksanya. Ternyata, lelaki berpakaian baju batik cokelat dan bersarung itu lemas. Seperti tidak bernyawa.

Mengetahui itu, Zainal bergegas menghubungi Polsek Bantaran. “Zainal menduga laki-laki sudah meninggal dunia. Karena itu, melaporkan kepada kami. Kami segera menindaklanjutinya,” ungkapnya.

Anggota Polsek Bantaran menghubungi petugas medis dari Puskesmas Bantaran. Mereka mendatangi lokasi kejadian pekara (TKP) dan memeriksa korban. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan korban sudah meninggal dunia.

BANTARAN, Radar Bromo Seorang pencari amal untuk pembangunan masjid menghebohkan warga Dusun Krajan, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Sabtu (11/6), ia meninggal dunia di sebuah warung kopi Dusun Krajan.

Setelah diselidiki, warga itu diketahui bernama Abdullah, 61. Warga Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Ia meninggal di depan warung kopi milik Suna, 40.

Saat itu, sekitar pukul 17.35, Suna hendak membuka warungnya. Sampai di warung, ia melihat seorang laki-laki parobaya tengkurap berbantal lengan kiri di teras warungnya. Suna mencoba membangunkannya, namun tidak ada respons.

“Pemilik warung (Suna) berpikir orang tersebut sedang kelelahan. Kemudian dibiarkan begitu saja,” ujar Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto, Minggu (12/6).

Sambil membuka warung, Suna sesekali menengok korban. Apakah sudah terbangun atau belum. Setelah membersihkan warung dan menunggu pelanggan, laki-laki itu tidak kunjung bangun. Suna kembali berusaha membangunkannya.

Karena tidak ada respons, Suna curiga. Namun, tak berani memastikannya. Ia pun meminta tolong kepada warga, Zainal Arifin. Zainal pun memeriksanya. Ternyata, lelaki berpakaian baju batik cokelat dan bersarung itu lemas. Seperti tidak bernyawa.

Mengetahui itu, Zainal bergegas menghubungi Polsek Bantaran. “Zainal menduga laki-laki sudah meninggal dunia. Karena itu, melaporkan kepada kami. Kami segera menindaklanjutinya,” ungkapnya.

Anggota Polsek Bantaran menghubungi petugas medis dari Puskesmas Bantaran. Mereka mendatangi lokasi kejadian pekara (TKP) dan memeriksa korban. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan korban sudah meninggal dunia.

MOST READ

BERITA TERBARU

/