alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Gudang Kayu di Selogudik Wetan Pajarakan Ludes Dilalap Api

PAJARAKAN, Radar Bromo-Gudang kayu di Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo hangus dilalap api. Akibatnya, pemilik tempat penyimpanan kayu jenis sengon itu merugi kurang lebih Rp 400 juta.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kebakaran itu terjadi Kamis (11/6) lalu sekitar pukul 22.00. Lantaran barang-barang mudah terbakar, api membumbung tinggi dan langsung menghanguskan tempat tersebut.

Untuk memadamkan api, tim pemadaman kebakaran mengerahkan dua mobil pedamadam kebakaran di lokasi kejadian. Petugas pun meminta bantuan dari Damkar Kota Probolinggo. Satu unit, tiba dan langsung beraksi guna membantu proses pemadaman.

Hingga, pukul 04.00 pagi, api masih terus menjalar. Selain tumpukan kayu yang mudah terbakar, kondisi alam saat itu juga tidak bersahabat. Angin berembus kencang mengabitkan api semakin menjadi jadi.

“Kami mendapat bantuan dari PJB (Pembangkit Jawa-Bali) satu unit mobil tangki. Yang juga membantu proses pemadaman, ” katanya Su’ud Kasi Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo.

Hingga Jum’at (12/6) siang sekitar pukul 12.35, proses pemadaman terus dilakukan. Ada dua titik api yang masih menyala. Yaitu kumpulan serbuk kayu dan potongan kayu sisa pengrajian. Namun, yang menjadi fokus utama tim damkar adalah kayu sisa penggrajian. Pasalnya, itu merupakan berbatasan dengan rumah warga.

“Kami fokus mengamankan rumah warga. Ada lima rumah yang berbatasan langsung. Itu yang kami jaga, ” katanya.

Ia menjelaskan, dalam proses pemadaman yang dilakukan 15 jam itu, pihaknya telah bolak balik 15 kali untuk isi ulang. Untung, pengambilan air tidak sulit. Sehingga, prosesnya cukup cepat. “Satu kilo jaraknya. Tapi lanjar. Untuk pemadaman ini kira kira satu dua jam sudah selesai, ” jelasnya.

Di lokasi, katanya, tidak ada bangunan. Yang ada hanya tumpukan kayu gelondongan, serbuk kayu, kayu berkas sisa gergaji, dan juga beberapa mesin gergaji. Untuk yang gelondongan, sebagian sudah diselamatkan oleh karyawan.

“Sudah diselamatkan ini tinggal sisa sisa, ” tandasnya.

Mohamad Al-Basit, warga sekitar mengatakan, proses kejadian tersebut tidak ada yang tahu pasti. Warga yang datang ke lokasi, mengetahui setelah melihat kobaran api membesar. Ia menduga, musibah itu dimungkinkan terjadi karena dual hal. Yakni terjadinya konsleting listrik di salah satu sisi tempat itu atau adanya warga yang bakar sampah.

“Tadi malam kan banyak yang lihat, ada yang bilang karena konsleting listrik, ada juga yang memberi kesaksian bahwa ada warga bakar-bakar di selatan gudang,” katasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pajarakan, Iptu Sugeng Harianto mengatakan, kebakaran di tempat penyimpanan kayu UD Karya Mandiri milik Solikin tidak membawa korban jiwa. Sebab saat kebakaran terjadi, sudah tidak ada aktifitas pemotongan kayu. “Korban jiwa nihil. Para pekerja sudah pulang semua, ” ungkapnya.

Mendapatkan laporan ada kebakaran, ia langsung datang kelokasi. Pihaknya, mengamankan sekitar lokasi agar warga tidak ada yang mendekat untuk menghindari adanya korban.

Berdasarkan keterangan yang didapatnya sementara, api muncul dari sisi barat tempat itu. Di sisi itu, terdapat mesin gergaji kayu. Api lantas menjalar ke tumpukan kayu.

“Munculnya api dari pojok sisi barat, di situ ada mesin gergaji dan aliran listrik. Sebelum terbakar, terdengar suara ledakan lalu muncullah api dan terus merembet,” katanya. (sid/mie)

PAJARAKAN, Radar Bromo-Gudang kayu di Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo hangus dilalap api. Akibatnya, pemilik tempat penyimpanan kayu jenis sengon itu merugi kurang lebih Rp 400 juta.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kebakaran itu terjadi Kamis (11/6) lalu sekitar pukul 22.00. Lantaran barang-barang mudah terbakar, api membumbung tinggi dan langsung menghanguskan tempat tersebut.

Untuk memadamkan api, tim pemadaman kebakaran mengerahkan dua mobil pedamadam kebakaran di lokasi kejadian. Petugas pun meminta bantuan dari Damkar Kota Probolinggo. Satu unit, tiba dan langsung beraksi guna membantu proses pemadaman.

Hingga, pukul 04.00 pagi, api masih terus menjalar. Selain tumpukan kayu yang mudah terbakar, kondisi alam saat itu juga tidak bersahabat. Angin berembus kencang mengabitkan api semakin menjadi jadi.

“Kami mendapat bantuan dari PJB (Pembangkit Jawa-Bali) satu unit mobil tangki. Yang juga membantu proses pemadaman, ” katanya Su’ud Kasi Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo.

Hingga Jum’at (12/6) siang sekitar pukul 12.35, proses pemadaman terus dilakukan. Ada dua titik api yang masih menyala. Yaitu kumpulan serbuk kayu dan potongan kayu sisa pengrajian. Namun, yang menjadi fokus utama tim damkar adalah kayu sisa penggrajian. Pasalnya, itu merupakan berbatasan dengan rumah warga.

“Kami fokus mengamankan rumah warga. Ada lima rumah yang berbatasan langsung. Itu yang kami jaga, ” katanya.

Ia menjelaskan, dalam proses pemadaman yang dilakukan 15 jam itu, pihaknya telah bolak balik 15 kali untuk isi ulang. Untung, pengambilan air tidak sulit. Sehingga, prosesnya cukup cepat. “Satu kilo jaraknya. Tapi lanjar. Untuk pemadaman ini kira kira satu dua jam sudah selesai, ” jelasnya.

Di lokasi, katanya, tidak ada bangunan. Yang ada hanya tumpukan kayu gelondongan, serbuk kayu, kayu berkas sisa gergaji, dan juga beberapa mesin gergaji. Untuk yang gelondongan, sebagian sudah diselamatkan oleh karyawan.

“Sudah diselamatkan ini tinggal sisa sisa, ” tandasnya.

Mohamad Al-Basit, warga sekitar mengatakan, proses kejadian tersebut tidak ada yang tahu pasti. Warga yang datang ke lokasi, mengetahui setelah melihat kobaran api membesar. Ia menduga, musibah itu dimungkinkan terjadi karena dual hal. Yakni terjadinya konsleting listrik di salah satu sisi tempat itu atau adanya warga yang bakar sampah.

“Tadi malam kan banyak yang lihat, ada yang bilang karena konsleting listrik, ada juga yang memberi kesaksian bahwa ada warga bakar-bakar di selatan gudang,” katasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pajarakan, Iptu Sugeng Harianto mengatakan, kebakaran di tempat penyimpanan kayu UD Karya Mandiri milik Solikin tidak membawa korban jiwa. Sebab saat kebakaran terjadi, sudah tidak ada aktifitas pemotongan kayu. “Korban jiwa nihil. Para pekerja sudah pulang semua, ” ungkapnya.

Mendapatkan laporan ada kebakaran, ia langsung datang kelokasi. Pihaknya, mengamankan sekitar lokasi agar warga tidak ada yang mendekat untuk menghindari adanya korban.

Berdasarkan keterangan yang didapatnya sementara, api muncul dari sisi barat tempat itu. Di sisi itu, terdapat mesin gergaji kayu. Api lantas menjalar ke tumpukan kayu.

“Munculnya api dari pojok sisi barat, di situ ada mesin gergaji dan aliran listrik. Sebelum terbakar, terdengar suara ledakan lalu muncullah api dan terus merembet,” katanya. (sid/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/