alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pekerja Migran Masih Berdatangan, Puskesmas Maron Penuh

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MARON, Radar Bromo–Para pekerja migran Indonesia (PMI) terus berdatangan ke tempat karantina di Puskesmas Maron. Per Senin (10/5), total sudah ada 287 PMI yang datang. Jumlah itu terpantau setelah ada 8 PMI yang baru dijemput dari Surabaya dan telah sampai di Puskesmas Maron.

Dengan adanya tambahan PMI yang baru sampai ke Puskesmas Maron, total PMI yang ada di sana berjumlah 32 orang. Jumlah tersebut hampir mencapai kapasitas penuh, di mana tempat karantina di Puskesmas Maron dapat menampung 33 orang.

Total seluruh PMI yang sedang dikarantina adalah 115. Dari jumlah tersebut, setidaknya 83 PMI telah dipulangkan.

“Per Senin (10/5) kembali datang 8 orang, dengan total ada 32 orang. Biasanya untuk informasi kedatangan itu terjadi di saat pagi maupun malam hari, meskipun begitu saat ini di Puskesmas Maron sudah full,” ujar Kepala Puskesmas Maron Wahyuningsih.

Para PMI yang berada di Puskesmas Maron tersebut, harus melakukan beberapa proses untuk kemudian dapat pulang. Pertama tes swab PCR harus dilakukan, sehingga selama menunggu hasil tes darah PMI harus terlebih dahulu dikarantina. Waktu karantina bervariatif tergantung kapan keluar hasil tes. “Tergantung hasil tes ada yang yang 3 hari dan ada yang 5 hari,” ujarnya.

Selama di tempat karantina, para PMI juga diberi beberapa fasilitas. Salah satunya adalah makanan sehat. Makanan ini pun diberikan secara variatif.

“Karena momennya adalah Ramadan, maka makanan sehat yang kami berikan untuk PMI yang puasa ya sebanyak 2 kali dalam sehari. Untuk yang tidak puasa, tiga kali sehari,” ujarnya.

Sementara itu mengingat Lebaran sudah hampir sampai, pihak puskesmas sendiri tidak dapat memastikan. Apakah hingga Lebaran akan ada PMI yang terus masuk ke Puskesmas Maron. “Tidak mesti, tergantung penerbangannya,” beber dia.

Sementara dari ratusan PMI yang datang ke Puskesmas Maron dan telah melakukan tes PCR, diketahui ada tiga orang yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka yang terkonfirmasi ini dipindahkan ke Puskesmas Paiton.

“Setelah ketemu positif langsung di pindahkan. Puskesmas Maron ada 2 orang Dan di Sari Indah Gending ada 1 orang,” ujarnya.

Sejatinya para PMI yang pulang kampung, harus menjalani karantina selama 14 hari. Namun karantina yang dilakukan di Puskesmas Maron berkisar pada 3 sampai 5 hari. Selebihnya para PMI diwajibkan untuk melakukan karantina di rumah masing-masing. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

MARON, Radar Bromo–Para pekerja migran Indonesia (PMI) terus berdatangan ke tempat karantina di Puskesmas Maron. Per Senin (10/5), total sudah ada 287 PMI yang datang. Jumlah itu terpantau setelah ada 8 PMI yang baru dijemput dari Surabaya dan telah sampai di Puskesmas Maron.

Dengan adanya tambahan PMI yang baru sampai ke Puskesmas Maron, total PMI yang ada di sana berjumlah 32 orang. Jumlah tersebut hampir mencapai kapasitas penuh, di mana tempat karantina di Puskesmas Maron dapat menampung 33 orang.

Total seluruh PMI yang sedang dikarantina adalah 115. Dari jumlah tersebut, setidaknya 83 PMI telah dipulangkan.

Mobile_AP_Half Page

“Per Senin (10/5) kembali datang 8 orang, dengan total ada 32 orang. Biasanya untuk informasi kedatangan itu terjadi di saat pagi maupun malam hari, meskipun begitu saat ini di Puskesmas Maron sudah full,” ujar Kepala Puskesmas Maron Wahyuningsih.

Para PMI yang berada di Puskesmas Maron tersebut, harus melakukan beberapa proses untuk kemudian dapat pulang. Pertama tes swab PCR harus dilakukan, sehingga selama menunggu hasil tes darah PMI harus terlebih dahulu dikarantina. Waktu karantina bervariatif tergantung kapan keluar hasil tes. “Tergantung hasil tes ada yang yang 3 hari dan ada yang 5 hari,” ujarnya.

Selama di tempat karantina, para PMI juga diberi beberapa fasilitas. Salah satunya adalah makanan sehat. Makanan ini pun diberikan secara variatif.

“Karena momennya adalah Ramadan, maka makanan sehat yang kami berikan untuk PMI yang puasa ya sebanyak 2 kali dalam sehari. Untuk yang tidak puasa, tiga kali sehari,” ujarnya.

Sementara itu mengingat Lebaran sudah hampir sampai, pihak puskesmas sendiri tidak dapat memastikan. Apakah hingga Lebaran akan ada PMI yang terus masuk ke Puskesmas Maron. “Tidak mesti, tergantung penerbangannya,” beber dia.

Sementara dari ratusan PMI yang datang ke Puskesmas Maron dan telah melakukan tes PCR, diketahui ada tiga orang yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka yang terkonfirmasi ini dipindahkan ke Puskesmas Paiton.

“Setelah ketemu positif langsung di pindahkan. Puskesmas Maron ada 2 orang Dan di Sari Indah Gending ada 1 orang,” ujarnya.

Sejatinya para PMI yang pulang kampung, harus menjalani karantina selama 14 hari. Namun karantina yang dilakukan di Puskesmas Maron berkisar pada 3 sampai 5 hari. Selebihnya para PMI diwajibkan untuk melakukan karantina di rumah masing-masing. (mu/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2