alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

ASN Pemkab Probolinggo Kumpulkan Zakat Rp 204 Juta

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah zakat fitrah yang terkumpul dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo, cukup banyak. Mencapai Rp 204.720.000 atau 20,472 ton beras.

Selama ini, ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo diwajibkan menyalurkan zakat fitrahnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo. Setiap ASN dikenakan Rp 30 ribu atau sertara dengan 3 kilogram beras.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzamil mengatakan, zakat fitrah ini diperoleh dari 6.824 orang ASN dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan di Kabupaten Probolinggo. Masing-masing ASN menyetor Rp 30 ribu. Totalnya mencapai Rp 204.720.000.

“Zakat fitrah ini disetorkan oleh ASN melalui pengurus UPZ (Unit Pengumpul Zakat) masing-masing OPD dan kecamatan kepada Baznas Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya, akan diberikan kepada fukara dan masakin dalam bentuk beras. Asumsinya, Rp 30 ribu ini untuk 3 kilogram beras, sehingga total dari 6.824 ASN, beras yang terkumpul mencapai 20,472 ton,” katanya.

Hanya saja, kata Muzamil, zakat fitrah ASN berupa beras ini masih ditambahi sembako senilai Rp 50.000. Isinya meliputi gula, mi instan, minyak goreng, teh, dan kopi. Total anggaran sembako yang disiapkan untuk 6.824 zakat fitrah mencapai Rp 341.200.000.

“Di atas zakat fitrah ditambahi zakat mal yang ditasarufkan bagi kaum fakir miskin. Dengan demikian, masing-masing penerima kalau dinominalkan mendapatkan Rp 80.000,” jelasnya.

Zakat fitrah ASN plus sembako ini akan diberikan kepada 15 orang di setiap desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. Totalnya, mencapai 4.875 orang penerima. “Selain itu, juga disalurkan kepada pondok pesantren yang di lingkungannya ada warga kurang mampu, majelis taklim, dan tukang becak,” ujarnya.

“Kriteria penerima zakat fitrah ini adalah fakir miskin. Fakir merupakan orang yang pada waktu itu tidak mempunyai penghasilan dan pekerjaan. Sementara, miskin adalah mereka yang mempunyai pekerjaan tetapi tidak mencukupi pada waktu itu,” tambah Muzammil.

Ia berharap zakat fitrah ini nantinya diantarkan kepada masing-masing rumah penerima. Salah satunya, menghindari terjadinya kerumunan di masa pandemi Covid-19.

“Kami berharap agar penyaluran zakat fitrah ini tepat sasaran pada penerima, sehingga syarat-syarat penyaluran dari muzaki ke mustahik sesuai syar’i. Kepada ASN dan masyarakat luas diharapkan menunaikan zakatnya kepada lembaga formal, bukan secara pribadi, karena itu bukan menjadi solusi dan pemecah permasalahan,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah zakat fitrah yang terkumpul dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo, cukup banyak. Mencapai Rp 204.720.000 atau 20,472 ton beras.

Selama ini, ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo diwajibkan menyalurkan zakat fitrahnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo. Setiap ASN dikenakan Rp 30 ribu atau sertara dengan 3 kilogram beras.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzamil mengatakan, zakat fitrah ini diperoleh dari 6.824 orang ASN dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan di Kabupaten Probolinggo. Masing-masing ASN menyetor Rp 30 ribu. Totalnya mencapai Rp 204.720.000.

Mobile_AP_Half Page

“Zakat fitrah ini disetorkan oleh ASN melalui pengurus UPZ (Unit Pengumpul Zakat) masing-masing OPD dan kecamatan kepada Baznas Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya, akan diberikan kepada fukara dan masakin dalam bentuk beras. Asumsinya, Rp 30 ribu ini untuk 3 kilogram beras, sehingga total dari 6.824 ASN, beras yang terkumpul mencapai 20,472 ton,” katanya.

Hanya saja, kata Muzamil, zakat fitrah ASN berupa beras ini masih ditambahi sembako senilai Rp 50.000. Isinya meliputi gula, mi instan, minyak goreng, teh, dan kopi. Total anggaran sembako yang disiapkan untuk 6.824 zakat fitrah mencapai Rp 341.200.000.

“Di atas zakat fitrah ditambahi zakat mal yang ditasarufkan bagi kaum fakir miskin. Dengan demikian, masing-masing penerima kalau dinominalkan mendapatkan Rp 80.000,” jelasnya.

Zakat fitrah ASN plus sembako ini akan diberikan kepada 15 orang di setiap desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. Totalnya, mencapai 4.875 orang penerima. “Selain itu, juga disalurkan kepada pondok pesantren yang di lingkungannya ada warga kurang mampu, majelis taklim, dan tukang becak,” ujarnya.

“Kriteria penerima zakat fitrah ini adalah fakir miskin. Fakir merupakan orang yang pada waktu itu tidak mempunyai penghasilan dan pekerjaan. Sementara, miskin adalah mereka yang mempunyai pekerjaan tetapi tidak mencukupi pada waktu itu,” tambah Muzammil.

Ia berharap zakat fitrah ini nantinya diantarkan kepada masing-masing rumah penerima. Salah satunya, menghindari terjadinya kerumunan di masa pandemi Covid-19.

“Kami berharap agar penyaluran zakat fitrah ini tepat sasaran pada penerima, sehingga syarat-syarat penyaluran dari muzaki ke mustahik sesuai syar’i. Kepada ASN dan masyarakat luas diharapkan menunaikan zakatnya kepada lembaga formal, bukan secara pribadi, karena itu bukan menjadi solusi dan pemecah permasalahan,” ujarnya. (mas/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2