alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Bupati Tantri Terima PWI AWARD 2021 Bidang Inovasi Pelayanan Publik

PANDEMI Covid-19 tidak mengurangi semangat Pemkab Probolinggo dalam melayani warganya. Justru, pelayanan tetap dimaksimalkan. Caranya, dengan menerapkan sejumlah inovasi. Salah satunya, e-PIPAD. Dengan layanan ini, masyarakat atau wajib pajak tidak perlu bertatap muka. Layanan ini juga untuk mengoptimalisasikan PAD.

Prestasi kembali diukir Pemkab Probolinggo di masa pandemi. Jumat (9/4), Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E. diganjar penghargaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Award, kategori Bidang Inovasi Pelayanan Publik.

Penghargaan diserahkan pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan HUT ke-75 PWI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Penghargaan itu, tidak terlepas dari peran aktif Bupati Tantri dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Melalui seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Tantri yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo itu menginstruksikan kepada seluruh OPD untuk berinovasi dalam melayani masyarakat.

INOVASI: Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E. memegang trofi dan sertifikat penghargaan PWI Award 2021 untuk kategori Bidang Inovasi Pelayanan Publik. (Foto: PWI Jatim for Jawa Pos Radar Bromo)

Inovasi yang mendapat penghargaan itu adalah e-PIPAD atau Elektronik Pembayaran dan Informasi Pajak Daerah. Inovasi yang diaplikasikan di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo dibangun sejak tahun 2020 atau sejak awal pandemi dan mulai diaplikasikan di awal tahun 2021 ini.

Bupati Tantri mengatakan, ia selalu mendorong dan memberi ide kepada OPD dan ASN untuk terus berinovasi dan keluar dari zona nyaman. Menurutnya, pandemi mengubah banyak sistem yang telah berjalan. Di antaranya sistem pembayaran tunai, keterbatasan bertatap muka, dan sebagainya.

“Melalui e-PIPAD ini, kami merancang bagaimana Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap survive dan tidak ada kendala dengan loket pembayaran yang mengundang banyak orang. Dari sinilah ide awal untuk membuat aplikasi ini,” katanya.

Ia berharap, dengan hadirnya e-PIPAD itu masyarakat selaku wajib pajak bisa membayar pajak tanpa harus bertatap muka dengan petugas. Apalagi pandemi yang masih berlangsung. Wajib pajak juga tidak perlu bersusah payah datang langsung ke loket pembayaran yang disiapkan.

“Aplikasi ini sementara masih untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Ke depan kami akan memperluas sistem atau menu pajak dan retribusi sekaligus menambah channel payment dari semua perbankan yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Aplikasi e-PIPAD memungkinkan setiap wajib pajak untuk bertransaksi di mana pun dan kapan pun. Setiap transaksi langsung diakui oleh sistem utama, sehingga menghindari pajak tersebut terbayar dua kali. Setiap transaksi akan terekam dan terlaporkan secara akurat. Sehingga, pemerintah daerah bisa melakukan monitoring secara berkala.

“Melalui aplikasi ini, pemerintah daerah hadir di tengah-tengah masyarakat dengan inovasi yang dianjurkan Bank Indonesia untuk bertransaksi menggunakan QRIS (Quick Repsonse/QR Code Indonesian Standard). Masyarakat juga akan lebih terbantu dan aktif dalam pembangunan daerah,” katanya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Dewi Korina mengungkapkan, pada saat pandemi Bupati Tantri menginstruksikan kepada semua OPD untuk berinovasi di bidang apapun, terutama di bidang pelayanan publik. “Bahkan, beliau menginstruksikan satu pejabat eselon IV satu inovasi. Jadi, jika dalam satu OPD itu ada 10 eselon IV, maka harus punya 10 inovasi,” katanya.

Berawal dari itu, Badan Keuangan Daerah kemudian membuat aplikasi e-PIPAD yang dibangun untuk meminimalisasi kontak antara wajib pajak dengan pelayanan. Layanan ini memberikan perluasan kepada wajib pajak untuk membayar PBB melalui virtual account. Bisa melalui QRIS maupun e-Banking.

”E-PIPAD ini untuk mengakomodasi kebutuhan wajib pajak untuk memilih cara pembayaran pajak yang diinginkan. Caranya dengan menginstal e-PIPAD melalui Playstore di smartphone. Di situ nanti ada petunjuknya,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan ini merupakan wujud apresiasi pers kepada tokoh dan instansi dalam berbagai kategori. Hal ini juga sebagai bukti hubungan baik dan sinergi luar biasa antara pers, pemerintah, dan juga masyarakat.

“Penghargaan kepada para tokoh, baik nasional dan regional Jatim ini diberikan bagi mereka yang berkontribusi nyata dalam penguatan kelembagaan organisasi, penanganan pandemi Covid-19, mempromosikan kesejahteraan rakyat, dan penyelesaian problematika terkait kesejahteraan masyarakat,” terangnya. (uno/*)

PANDEMI Covid-19 tidak mengurangi semangat Pemkab Probolinggo dalam melayani warganya. Justru, pelayanan tetap dimaksimalkan. Caranya, dengan menerapkan sejumlah inovasi. Salah satunya, e-PIPAD. Dengan layanan ini, masyarakat atau wajib pajak tidak perlu bertatap muka. Layanan ini juga untuk mengoptimalisasikan PAD.

Prestasi kembali diukir Pemkab Probolinggo di masa pandemi. Jumat (9/4), Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E. diganjar penghargaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Award, kategori Bidang Inovasi Pelayanan Publik.

Penghargaan diserahkan pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 dan HUT ke-75 PWI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Penghargaan itu, tidak terlepas dari peran aktif Bupati Tantri dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Melalui seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Tantri yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo itu menginstruksikan kepada seluruh OPD untuk berinovasi dalam melayani masyarakat.

INOVASI: Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, S.E. memegang trofi dan sertifikat penghargaan PWI Award 2021 untuk kategori Bidang Inovasi Pelayanan Publik. (Foto: PWI Jatim for Jawa Pos Radar Bromo)

Inovasi yang mendapat penghargaan itu adalah e-PIPAD atau Elektronik Pembayaran dan Informasi Pajak Daerah. Inovasi yang diaplikasikan di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo dibangun sejak tahun 2020 atau sejak awal pandemi dan mulai diaplikasikan di awal tahun 2021 ini.

Bupati Tantri mengatakan, ia selalu mendorong dan memberi ide kepada OPD dan ASN untuk terus berinovasi dan keluar dari zona nyaman. Menurutnya, pandemi mengubah banyak sistem yang telah berjalan. Di antaranya sistem pembayaran tunai, keterbatasan bertatap muka, dan sebagainya.

“Melalui e-PIPAD ini, kami merancang bagaimana Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap survive dan tidak ada kendala dengan loket pembayaran yang mengundang banyak orang. Dari sinilah ide awal untuk membuat aplikasi ini,” katanya.

Ia berharap, dengan hadirnya e-PIPAD itu masyarakat selaku wajib pajak bisa membayar pajak tanpa harus bertatap muka dengan petugas. Apalagi pandemi yang masih berlangsung. Wajib pajak juga tidak perlu bersusah payah datang langsung ke loket pembayaran yang disiapkan.

“Aplikasi ini sementara masih untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Ke depan kami akan memperluas sistem atau menu pajak dan retribusi sekaligus menambah channel payment dari semua perbankan yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Aplikasi e-PIPAD memungkinkan setiap wajib pajak untuk bertransaksi di mana pun dan kapan pun. Setiap transaksi langsung diakui oleh sistem utama, sehingga menghindari pajak tersebut terbayar dua kali. Setiap transaksi akan terekam dan terlaporkan secara akurat. Sehingga, pemerintah daerah bisa melakukan monitoring secara berkala.

“Melalui aplikasi ini, pemerintah daerah hadir di tengah-tengah masyarakat dengan inovasi yang dianjurkan Bank Indonesia untuk bertransaksi menggunakan QRIS (Quick Repsonse/QR Code Indonesian Standard). Masyarakat juga akan lebih terbantu dan aktif dalam pembangunan daerah,” katanya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Dewi Korina mengungkapkan, pada saat pandemi Bupati Tantri menginstruksikan kepada semua OPD untuk berinovasi di bidang apapun, terutama di bidang pelayanan publik. “Bahkan, beliau menginstruksikan satu pejabat eselon IV satu inovasi. Jadi, jika dalam satu OPD itu ada 10 eselon IV, maka harus punya 10 inovasi,” katanya.

Berawal dari itu, Badan Keuangan Daerah kemudian membuat aplikasi e-PIPAD yang dibangun untuk meminimalisasi kontak antara wajib pajak dengan pelayanan. Layanan ini memberikan perluasan kepada wajib pajak untuk membayar PBB melalui virtual account. Bisa melalui QRIS maupun e-Banking.

”E-PIPAD ini untuk mengakomodasi kebutuhan wajib pajak untuk memilih cara pembayaran pajak yang diinginkan. Caranya dengan menginstal e-PIPAD melalui Playstore di smartphone. Di situ nanti ada petunjuknya,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Ainur Rohim dalam sambutannya mengatakan, pemberian penghargaan ini merupakan wujud apresiasi pers kepada tokoh dan instansi dalam berbagai kategori. Hal ini juga sebagai bukti hubungan baik dan sinergi luar biasa antara pers, pemerintah, dan juga masyarakat.

“Penghargaan kepada para tokoh, baik nasional dan regional Jatim ini diberikan bagi mereka yang berkontribusi nyata dalam penguatan kelembagaan organisasi, penanganan pandemi Covid-19, mempromosikan kesejahteraan rakyat, dan penyelesaian problematika terkait kesejahteraan masyarakat,” terangnya. (uno/*)

MOST READ

BERITA TERBARU

/