alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Cari Korban Tenggelam, Susuri Sungai Pekalen hingga Pasang Jaring

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga Jumat petang (11/3), upaya pencarian M Rusdi yang hanyut saat buang air besar di Sungai Pekalen, belum membuahkan hasil. Warga Dusun Pekalongan, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, itu belum ditemukan.

Pencarian pun terus dilakukan oleh tim penyelemat. Mulai dari tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Daerah (BPBD), tim relawan, TNI/ Polri, dan warga setempat.

Tim melakukan pencarian dengan menyisir sungai tempat korban tenggelam. Dengan menggunakan 6 perahu karet milik BPBD dan Songa Adventure. Serta, satu perahu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Buang Air Besar di Sungai Pekalen, Pria asal Tiris Terseret Arus

Dengan menggunakan perahu karet, warga menyisir sungai sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian. Hal itu dilakukan sampai sekitar pukul 13.00. Tidak hanya itu, warga setempat yang turut menjadi relawan ikut menyusuri sungai pekalen ke arah hilir. Sejumlah warga yang melakukan pencarian, tampak tak menggunakan alat pengaman, seperti pelampung, sejumlah warga ikut melakukan pencarian.

“Kasihan, melihat anaknya menangis kencang. Ingat anak sendiri,” kata salah satu warga yang ikut mencari.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga Jumat petang (11/3), upaya pencarian M Rusdi yang hanyut saat buang air besar di Sungai Pekalen, belum membuahkan hasil. Warga Dusun Pekalongan, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris, itu belum ditemukan.

Pencarian pun terus dilakukan oleh tim penyelemat. Mulai dari tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Daerah (BPBD), tim relawan, TNI/ Polri, dan warga setempat.

Tim melakukan pencarian dengan menyisir sungai tempat korban tenggelam. Dengan menggunakan 6 perahu karet milik BPBD dan Songa Adventure. Serta, satu perahu dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Buang Air Besar di Sungai Pekalen, Pria asal Tiris Terseret Arus

Dengan menggunakan perahu karet, warga menyisir sungai sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian. Hal itu dilakukan sampai sekitar pukul 13.00. Tidak hanya itu, warga setempat yang turut menjadi relawan ikut menyusuri sungai pekalen ke arah hilir. Sejumlah warga yang melakukan pencarian, tampak tak menggunakan alat pengaman, seperti pelampung, sejumlah warga ikut melakukan pencarian.

“Kasihan, melihat anaknya menangis kencang. Ingat anak sendiri,” kata salah satu warga yang ikut mencari.

MOST READ

BERITA TERBARU

/