alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Markus Ditunda

KRAKSAAN, Radar Bromo– Agenda sidang tuntutan kasus ijazah palsu jilid II dengan terdakwa Markus ditunda. Perkaranya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo belum siap. Sidang sejatinya direncanakan digelar Kamis (10/12) itu. Penundaan diminta JPU karena masih menyusun tuntutan Markus.

Humas Kejari Kabupaten Probolinggo Daniar membenarkan hal itu. Menurutnya, pihaknya meminta untuk penundaan. Pasalnya, untuk Kamis (10/12) pihaknya belum siap membacakan tuntutan terhadap terdakwa. “Kami masih menyusun tuntutan itu. Karenanya, kami masih meminta untuk penundaan, ” terangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya meminta ditunda untuk digelar pada Selasa (15/12) mendatang. Pihaknya yakin pada hari itu sudah selesai untuk penyusunan tuntutan. “Kami akan.menyelesaikannya, ” terangnya.

Sementara itu penasihat hukum terdakwa Hosnan Taufik mengatakan, pihaknya berharap tuntutan nanti bisa berlaku adil. Hosnan menilai, dalam hal ini Markus adalah orang kedua sebagai perantara. Ada orang lain sebagai perantara pertama.

“Kam ada perantara pertama itu yang namanya kerap muncul dalam persidangan. Karena itu, kami harapkan tuntutan yang adil, ” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya berharap, nama nama yang disebutkan dalam pengadilan bisa ditindak lanjuti. “Kami harap ada tindak lanjut dari pihak berwajib. Karena mereka berkaitan,” tuturnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Agenda sidang tuntutan kasus ijazah palsu jilid II dengan terdakwa Markus ditunda. Perkaranya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo belum siap. Sidang sejatinya direncanakan digelar Kamis (10/12) itu. Penundaan diminta JPU karena masih menyusun tuntutan Markus.

Humas Kejari Kabupaten Probolinggo Daniar membenarkan hal itu. Menurutnya, pihaknya meminta untuk penundaan. Pasalnya, untuk Kamis (10/12) pihaknya belum siap membacakan tuntutan terhadap terdakwa. “Kami masih menyusun tuntutan itu. Karenanya, kami masih meminta untuk penundaan, ” terangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya meminta ditunda untuk digelar pada Selasa (15/12) mendatang. Pihaknya yakin pada hari itu sudah selesai untuk penyusunan tuntutan. “Kami akan.menyelesaikannya, ” terangnya.

Sementara itu penasihat hukum terdakwa Hosnan Taufik mengatakan, pihaknya berharap tuntutan nanti bisa berlaku adil. Hosnan menilai, dalam hal ini Markus adalah orang kedua sebagai perantara. Ada orang lain sebagai perantara pertama.

“Kam ada perantara pertama itu yang namanya kerap muncul dalam persidangan. Karena itu, kami harapkan tuntutan yang adil, ” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya berharap, nama nama yang disebutkan dalam pengadilan bisa ditindak lanjuti. “Kami harap ada tindak lanjut dari pihak berwajib. Karena mereka berkaitan,” tuturnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/