alexametrics
32.3 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Target Areal Tanam Padi Kab Probolinggo Kurang 19 Hektare

DRINGU, Radar Bromo- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mengejar target areal tanam padi tahun ini. Hingga Agustus 2020, realisasi areal tanam masih kurang 19 hektare. Karenanya, DKPP akan memaksimalkan bantuan benih kepada petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo Didik Tulus Prasetyo mengatakan, tahun ini target areal tanam padi seluas 58 ribu hektare dengan realisasi seluas 39 ribu hektare. “Untuk menjaga ketahanan pangan, ketersediaan beras melalui realisasi areal tanam padi harus terus dikejar,” ujarnya.

Berbagai upaya dilakukan demi tercapainya target yang telah ditetapkan Pemprov Jawa Timur. Salah satunya dengan terus memberikan bantuan benih padi kepada petani. Sejauh ini seluas 500 hektare areal tanam padi telah diberikan bantuan bibit dari pemrov. Serta, sebanyak 12.445 hektare lahan diberikan benih bantuan dari Pemerintah Pusat.

“Agar areal tanam tetap stabil, perlu diberikan bantuan benih padi. Bantuan benih dari provinsi sudah tersalurkan. Untuk bantuan dari pusat, menyesuaikan kebutuhan,” jelas Didik.

Didik mengaku, juga melakukan pemetaan wilayah potensi tanam padi di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Ada beberapa wilayah yang dijadikan tulang punggung penghasil padi. Di antaranya, Kecamatan Gading, Pajarakan, Gending, dan Dringu.

“Semua kecamatan dapat ditanami padi, namun kualitas dan kuantitasnya tidak sama. Wilayah yang hasilnya bagus, lebih kami optimalkan agar target areal tanam tercapai,” katanya.

Pendekatan kepada petani melalui sosialisasi masih gencar dilakukan. Upaya ini dilakukan bertujuan agar petani tidak serta-merta mengubah komoditas tanamnya. Sebab, ini berkaitan dengan hasil pertanian dan setiap daerah memiliki keunggulan tersendiri. “Daerah yang hasil panen padinya baik, petani setempat kami berikan pengertian agar tetap menanam komoditas yang sama,” ujarnya. (ar/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang fondasinya ambrol tersebut bisa dimulai.

Usulan Tambahan Pupuk Subsidi Tunggu Kejelasan Realokasi Provinsi    

BANGIL, Radar Bromo–Masuk akhir Oktober, kuota sisa pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Pasuruan tersisa 8 ribu ton. Saat ini Dinas Pertanian masih menunggu instruksi...

Pencairan DBHCHT di Kab Pasuruan Tersisa Rp 36 Miliar  

Sampai akhir Oktober ini, DBHCHT yang sudah masuk ke kabupaten setempat mencapai Rp 146 Miliar.

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen.

Mahasiswi asal Lumajang Polisikan Eeks Pacar usai Dianiaya-HP-nya Dirampas

Korban menjalin hubungan asmara dengan RV selama 3 tahun.