Amankan 15 Tersangka Pelaku Narkoba, Juga Sita Ribuan Butir-Sabu

PAJARAKAN, Radar Bromo– Ribuan butir obat berbahaya dan sejumlah sabu diamankan Polres Probolinggo. Semuanya diamankan dari sejumlah 15 orang pengedar yang ada di wilayah hukum Polres Probolinggo. Lima belas tersangka tersebut adalah hasil tangkapan dalam Operasi Tumpas Semeru 2020.

Adapun Operasi Tumpas Semeru dilakukan mulai 24 Agustus hingga 4 September lalu. Sedikitnya 10 kasus berhasil diungkap dan 15 pelaku dijebloskan ke dalam penjara.

Waka Polres Probolinggo, Kompol Agung Setiono mengatakan, dari penangkapan itu didapatkan beberapa barang bukti yang disita. Terdiri dari pil koplo dan sabu. Untuk pil koplo sebanyak 13.653 butir, 11.483 butir dextro dan 1.810 butir trex. Pil sediaan farmasi berizin khusus tersebut diamankan dari 8 tersangka. Sedangkan barang bukti untuk jenis sabu sebanyak 6,5 gram yang diamankan dari tangan 7 pengedar.

Dari jumlah 15 pelaku itu, ada pelaku lama dan ada juga pelaku baru. Disebut pelaku lama karena sudah pernah masuk tahanan. “Alasannya ya klasiklah, berdalih ekonomi. Mereka kami amankan dalam razia yang gencar kami laksanakan. Baik sebelum operasi tumpas maupun dalam Operasi Tumpas Semeru,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pengedar sabu dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. Denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Sementara pengedar pil farmasi disangka melanggar pasal 196 dan pasal 197 ayat (1) UU RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

“Selain pil dan sabu, kami juga mengamankan ponsel, uang dan alat-alat lainnya yang dipergunakan oleh mereka untuk mengedarkan narkotika dan obat keras berbahaya. Kami juga mengembangkan kasus ini lebih lanjut,” tambahnya. (sid/fun)