Penerima PKH di Kab Probolinggo Ditarget Turun 10 Persen

DRINGU, Radar Bromo – Pengurangan daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) terus dilakukan. Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo menargetkan penurunan sebanyak 10 persen KPM yang terdaftar dalam penerima bantuan karena telah sejahtera.

Penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial terus diupayakan secara maksimal. Sebab, bantuan harus diberikan kepada KPM yang telah memenuhi beberapa komponen syarat sebagai penerima. Proses pengawasan dilakukan secara berjenjang dan ketat juga dilakukan. Agar bantuan dapat dimanfaatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkan.

“Pengawasan terus dilakukan, utamanya KPM yang sudah lama jadi penerima bantuan. Kami menargetkan akan ada pengurangan sebanyak 10 persen dari 89.205 KPM pada tahap satu,” ujar Koordinator PKH Kabupaten Probolinggo Fathurrozi Amien.

Untuk memperoleh data yang akurat dan tepat, terus dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pendamping desa. Pengawasan dan laporan secara berkala setiap tahap penyaluran menjadi pertimbangan penghapusan KPM yang sudah tidak layak untuk mendapatkan bantuan.

“Setiap tahapan penyaluran ada laporan terkait dengan kondisi penerima bantuan. Apakah ada perkembangan atau tidak,” jelasnya.

Menurutnya, target penurunan angka penerima PKH ini diperoleh melalui dua cara. Yakni, KPM mengundurkan diri karena sudah merasa tidak membutuhkan. Atau dengan mengeluarkan KPM dari daftar penerima karena sudah sejahtera.

“KPM yang dapat hidup mandiri secara ekonomi setelah diberikan bantuan tentu akan dicoret. Ini menunjukkan bahwa KPM dapat memanfaatkan bantuan secara tepat,” tandasnya.

Fathurrozi berharap banyak KPM mengundurkan diri karena telah sejahtera. Sebab, banyaknya KPM dengan alasan mandiri secara ekonomi menjadi suatu kebanggaan bagi Dinas Sosial dibidang pengentasan kemiskinan.

“Pemberian bantuan tidak lantas membuat KPM berpangku tangan. Usaha untuk meningkatkan kesejahteraan juga harus dilakukan. Sehingga, kemandirian ekonomi dapat tercapai,” ujarnya. (ar/fun/fun)