Retribusi Pantai Bentar Masih Rendah, Pesimistis Capai Target PAD

BELUM DIBUKA: Anjungan yang jadi salah satu spot andalan Pantai Bentar. Inset, petugas sudah menyiapkan new normal untuk membuka kembali kawasan Pantai Bentar. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GENDING, Radar Bromo – Pandemi korona yang belum berlalu, cukup memukul sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo. Termasuk Pantai Bentar yang sejauh ini masih ditutup.

Penutupan wisata Bentar karena pandemi, membuat target pendapatan asli daerah (PAD) dari Pantai Bentar sulit terpenuhi. Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Budaya (Disporaparbud) pun pesimistis target PAD dari Pantai Bentar tahun ini bisa dicapai.

Kepala Dinas Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menerangkan, capaian realisasi PAD pariwisata hingga pertengahan tahun masih rendah. Dari target Rp 2,6 miliar, baru terealisasi Rp 437 juta. Termasuk realisasi PAD Pantai Bentar di dalamnya. Itu semua dampak penutupan mulai 17 Maret saat ada wabah pandemi Covid-19.

“Pantai Bentar ditargetkan bisa sumbang PAD sekitar Rp 652 juta. Namun, realisasi sampai sekarang baru sekitar Rp 156 juta. Realisasinya baru 23,9 persen dari target,” kata Sugeng.

Dengan kondisi saat ini, pihaknya sejauh ini mengaku masih fokus dengan rencana membuka kembali kawasan wisata Bentar, yang termasuk salah satu tempat wisata yang bakal kembali dibuka. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kemungkinan target tidak tercapai. Sebab, fokus sekarang bukan menaikkan PAD-nya. Tapi, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat wisata. Apalagi, pengunjung wisata tidak boleh lebihi 50 persen dari kapasitas,” ungkapnya.

Meski demikian, dikatakan Sugeng, pihaknya masih belum dapat memastikan pembukaan tahap awal destinasi wisata mulai kapan. Mengingat, pihaknya masih fokus mempersiapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat wisata.

”Jangan sampai karena kesiapan kurang, malah jadi kasus penyebaran Covid-19 baru,” ujarnya. (mas/mie)