alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Idul Adha di Tengah Pandemi, Siapkan 121 TPH Sementara

DRINGU, Radar Bromo – Hari Raya Idul Adha yang jatuh di tengah pandemi Covid-19 membuat Pemkab Probolinggo menyiapkan langkah khusus. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) setempat, pemkab menyiapkan tempat pemotongan hewan (TPH) sementara untuk penyembelihan hewan kurban.

Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 121 unit sampai kemarin (10/7). Jumlah itu tersebar di 15 kecamatan yang ada di kabupaten.

Kepala DPKH Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto menuturkan, sampai kemarin pihaknya masih mendata jumlah TPH sementara. Jumlahnya mencapai 121 di 15 kecamatan.

Pendataan TPH sementara perlu dilakukan karena Idul Adha tahun ini dilakukan di tengah pandemi. Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pertanian Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan beberapa waktu lalu, pemotongan hewan kurban harus dilakukan dengan penyesuaian tertentu.

Di antaranya, pemotongan hewan kurban dianjurkan untuk dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Karena terbatasnya RPH, pihaknya pun mendata TPH sementara. Tujuannya, mengantisipasi membeludaknya permintaan penyembelihan hewan kurban.

“Sebelumnya, pendataan TPH sementara ditargetkan akan selesai hari ini. Namun, ada beberapa kecamatan yang belum menyetorkan data. Jadi, masih kami berikan kesempatan untuk data susulan,” ujarnya.

Dari 24 kecamatan di kabupaten, menurut Nikolas, ada sembilan kecamatan yang belum menyetorkan data TPH sementara. Maksimal sampai satu minggu sebelum penyembelihan hewan kurban, data TPH sementara harus sudah lengkap.

Selanjutnya, TPH sementara di tiap kecamatan akan diberikan surat rekomendasi. Isinya bahwa TPH sementara itu melakukan proses penyembelihan hewan kurban dengan menerapkan protokoler kesehatan.

Dijelaskan Nikolas, pandemi Covid-19 mengharuskan petugas lebih memperhatikan kebersihan, tata cara, serta menerapkan protokoler kesehatan saat melakukan aktivitas di TPH sementara. Sebelum melaksanakan tugas, DPKH akan mengarahkan petugas untuk melaksanakan aturan dan mekanisme pelaksanaan kurban.

“Sebenarnya tidak ada bedanya tata cara penyembelihan yang dilakukan. Namun, harus dilengkapi alat pelindung diri dan sarung tangan agar lebih higienis. Sering-sering cuci tangan bagi petugas lainnya,” ujarnya.

Setiap petugas yang berada di TPH sementara diwajibkan melaksanakan protokoler kesehatan yang sudah ada. Proses pembersihan tempat penyembelihan juga dilakukan sesering mungkin agar tidak ada bakteri atau virus.

“Nanti sebelum benar-benar melaksanakan tugasnya, petugas akan diberikan pemahanan lebih dulu sehingga pelaksanaan kurban dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya. (ar/hn)

DRINGU, Radar Bromo – Hari Raya Idul Adha yang jatuh di tengah pandemi Covid-19 membuat Pemkab Probolinggo menyiapkan langkah khusus. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) setempat, pemkab menyiapkan tempat pemotongan hewan (TPH) sementara untuk penyembelihan hewan kurban.

Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 121 unit sampai kemarin (10/7). Jumlah itu tersebar di 15 kecamatan yang ada di kabupaten.

Kepala DPKH Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto menuturkan, sampai kemarin pihaknya masih mendata jumlah TPH sementara. Jumlahnya mencapai 121 di 15 kecamatan.

Pendataan TPH sementara perlu dilakukan karena Idul Adha tahun ini dilakukan di tengah pandemi. Berdasarkan surat edaran dari Kementerian Pertanian Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan beberapa waktu lalu, pemotongan hewan kurban harus dilakukan dengan penyesuaian tertentu.

Di antaranya, pemotongan hewan kurban dianjurkan untuk dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Karena terbatasnya RPH, pihaknya pun mendata TPH sementara. Tujuannya, mengantisipasi membeludaknya permintaan penyembelihan hewan kurban.

“Sebelumnya, pendataan TPH sementara ditargetkan akan selesai hari ini. Namun, ada beberapa kecamatan yang belum menyetorkan data. Jadi, masih kami berikan kesempatan untuk data susulan,” ujarnya.

Dari 24 kecamatan di kabupaten, menurut Nikolas, ada sembilan kecamatan yang belum menyetorkan data TPH sementara. Maksimal sampai satu minggu sebelum penyembelihan hewan kurban, data TPH sementara harus sudah lengkap.

Selanjutnya, TPH sementara di tiap kecamatan akan diberikan surat rekomendasi. Isinya bahwa TPH sementara itu melakukan proses penyembelihan hewan kurban dengan menerapkan protokoler kesehatan.

Dijelaskan Nikolas, pandemi Covid-19 mengharuskan petugas lebih memperhatikan kebersihan, tata cara, serta menerapkan protokoler kesehatan saat melakukan aktivitas di TPH sementara. Sebelum melaksanakan tugas, DPKH akan mengarahkan petugas untuk melaksanakan aturan dan mekanisme pelaksanaan kurban.

“Sebenarnya tidak ada bedanya tata cara penyembelihan yang dilakukan. Namun, harus dilengkapi alat pelindung diri dan sarung tangan agar lebih higienis. Sering-sering cuci tangan bagi petugas lainnya,” ujarnya.

Setiap petugas yang berada di TPH sementara diwajibkan melaksanakan protokoler kesehatan yang sudah ada. Proses pembersihan tempat penyembelihan juga dilakukan sesering mungkin agar tidak ada bakteri atau virus.

“Nanti sebelum benar-benar melaksanakan tugasnya, petugas akan diberikan pemahanan lebih dulu sehingga pelaksanaan kurban dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya. (ar/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/