alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Tembok Ambrol Bikin Rumah di Kotaanyar Nyaris Tergerus

KOTAANYAR, Radar Bromo – Bencana masih terus terjadi di Kabupaten Probolinggo. Terutama longsor. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, Senin (10/5), menyebabkan tembok panahan tanah (TPT) di Desa Tambakukir, Kecamatan Kotaanyar, ambrol. Rumah di atasnya pun nyaris tergerus.

Informasinya, TPT di RT 7/RW 4, Dusun Alaskembang, Desa Tambakukir, ini ambrol sekitar pukul 16.00. tepat di atasnya ada dua unit rumah. Salah satunya milik Radianto, 42. Rumahnya cukup terdampak. Bagian depan retak. Bahkan salah satu penyangga atap teras kini diganti bambu.

“Rumahnya tidak rusak, hanya memprihatinkan. Takut ikut ambrol juga,” ujar Kepala Desa Tambakukir Moh. Tarsan.

TPT yang ambrol ini cukup tinggi. Sekitar 12 meter dengan panjang sekira 15 meter. Saat kejadian, kata Tarsan, Radianto dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. “Ada lima orang dalam satu keluarga. Beruntung tidak ada korban jiwa. Tapi, sampai saat ini masih waswas saat masuk rumah,” ujarnya.

Ia mengaku sudah melakukan penanganan sementara. Bagian tanah yang lonsor ditutup terpal. Agar saat hujan air tidak memperparah kerusakan TPT, sehingga tidak terjadi longsor susulan.

“Khawatir ambrol lagi. Jelas rumah di atasnya akan ambrol juga. Bahkan yang lebih ditakutkan menimpa rumah di bawahnya. Ada sekitar empat rumah. Dekat dengan TPT. Tepat di bawahnya,” jelasnya.

Tarsan mengaku sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya berharap dampak bencana segera ditangani.

KOTAANYAR, Radar Bromo – Bencana masih terus terjadi di Kabupaten Probolinggo. Terutama longsor. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo, Senin (10/5), menyebabkan tembok panahan tanah (TPT) di Desa Tambakukir, Kecamatan Kotaanyar, ambrol. Rumah di atasnya pun nyaris tergerus.

Informasinya, TPT di RT 7/RW 4, Dusun Alaskembang, Desa Tambakukir, ini ambrol sekitar pukul 16.00. tepat di atasnya ada dua unit rumah. Salah satunya milik Radianto, 42. Rumahnya cukup terdampak. Bagian depan retak. Bahkan salah satu penyangga atap teras kini diganti bambu.

“Rumahnya tidak rusak, hanya memprihatinkan. Takut ikut ambrol juga,” ujar Kepala Desa Tambakukir Moh. Tarsan.

TPT yang ambrol ini cukup tinggi. Sekitar 12 meter dengan panjang sekira 15 meter. Saat kejadian, kata Tarsan, Radianto dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. “Ada lima orang dalam satu keluarga. Beruntung tidak ada korban jiwa. Tapi, sampai saat ini masih waswas saat masuk rumah,” ujarnya.

Ia mengaku sudah melakukan penanganan sementara. Bagian tanah yang lonsor ditutup terpal. Agar saat hujan air tidak memperparah kerusakan TPT, sehingga tidak terjadi longsor susulan.

“Khawatir ambrol lagi. Jelas rumah di atasnya akan ambrol juga. Bahkan yang lebih ditakutkan menimpa rumah di bawahnya. Ada sekitar empat rumah. Dekat dengan TPT. Tepat di bawahnya,” jelasnya.

Tarsan mengaku sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya berharap dampak bencana segera ditangani.

MOST READ

BERITA TERBARU

/