alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Jalan Rusak Berat, Ibu asal Tiris Melahirkan di Tengah Jalan  

TIRIS, Radar Bromo–Masih banyak ruas jalan rusak di Kabupaten Probolinggo. Gara-gara jalan rusak itu, seorang perempuan pun harus melahirkan di tengah jalan ruas Dusun Tunggangan, Desa Wedusan, Kecamatan Tiris. Video pendek ibu melahirkan di jalan itu pun viral di media sosial.

Ada 3 video dengan rata-rata durasi 1 menit. Dalam video itu, nampak belasan warga tengah membopong seorang ibu dengan dipan bambu. Melewati jalan rusak dan licin. Warga yang beriringan menemani ibu itu banyak berdoa untuk keselamatan ibu tersebut.

Pada tayangan video lainnya menunjukkan, ibu tersebut tak mampu menahan sakit perutnya. Akhirnya, ia terpaksa harus melahirkan dengan dibantu oleh dukun beranak. Proses persalinan dilakukan di jalan.

“Seorang warga yang lahiran di tengah jalan dengan diangkat alat seadanya, warga Wedusan Blok Tunggangan. Semoga, kedepan juga ada perbaikan jalan. Sehingga kejadian yang seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Royhan Wilzy dalam postingannya.

Kepala Puskesmas Tiris, Agus Nurawan membenarkan video persalinan tersebut. Wanita yang sedang dibopong tersebut bernama Susmiati, 32, warga Dusun Tunggangan, Desa Wedusan, Kecamatan Tiris.

Pihak puskesmas sendiri mendapatkan laporan dari Bidan Desa. Yakni, Susmiati melahirkan pada Senin (9/5) pagi. Kondisi jalan yang rusak membuat proses evakuasi menuju Puskesmas Tiris menjadi terhambat.

Sehingga, penanganan medis belum bisa dilakukan dengan maksimal. Karena itulah, sebelum sampai ke Puskesmas Tiris, ibu melahirkan di tengah jalan dibantu oleh dukun beranak.

“(Dalam) Video itu, pihak keluarga akan membawa ke Puskesmas Tiris. Namun karena memang jalannya rusak. Jadi belum sampai (Ke Puskesmas Tiris, Red) sudah melahirkan. Beruntung ibu dan bayi perempuan yang dilahirkan selamat,” ujarnya, Rabu (11/5).

Agus mengatakan, bidan desa sebelumnya sudah memberikan saran kepada Susmiati, agar saat mengalami kontraksi segera berangkat ke Puskesmas. Sebab dirinya menyadari memang akses menuju desa kurang baik.

Oleh karena itu, antisipasi pertolongan medis dapat dilakukan lebih awal. “Sudah kami beritahukan sejak dini, saat kontraksi harus segera ke Puskesmas. Kami khawatir jika ada hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga kini kami terus pantau perkembangan ibu dan bayi,” tandasnya. (ar/mie)

TIRIS, Radar Bromo–Masih banyak ruas jalan rusak di Kabupaten Probolinggo. Gara-gara jalan rusak itu, seorang perempuan pun harus melahirkan di tengah jalan ruas Dusun Tunggangan, Desa Wedusan, Kecamatan Tiris. Video pendek ibu melahirkan di jalan itu pun viral di media sosial.

Ada 3 video dengan rata-rata durasi 1 menit. Dalam video itu, nampak belasan warga tengah membopong seorang ibu dengan dipan bambu. Melewati jalan rusak dan licin. Warga yang beriringan menemani ibu itu banyak berdoa untuk keselamatan ibu tersebut.

Pada tayangan video lainnya menunjukkan, ibu tersebut tak mampu menahan sakit perutnya. Akhirnya, ia terpaksa harus melahirkan dengan dibantu oleh dukun beranak. Proses persalinan dilakukan di jalan.

“Seorang warga yang lahiran di tengah jalan dengan diangkat alat seadanya, warga Wedusan Blok Tunggangan. Semoga, kedepan juga ada perbaikan jalan. Sehingga kejadian yang seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Royhan Wilzy dalam postingannya.

Kepala Puskesmas Tiris, Agus Nurawan membenarkan video persalinan tersebut. Wanita yang sedang dibopong tersebut bernama Susmiati, 32, warga Dusun Tunggangan, Desa Wedusan, Kecamatan Tiris.

Pihak puskesmas sendiri mendapatkan laporan dari Bidan Desa. Yakni, Susmiati melahirkan pada Senin (9/5) pagi. Kondisi jalan yang rusak membuat proses evakuasi menuju Puskesmas Tiris menjadi terhambat.

Sehingga, penanganan medis belum bisa dilakukan dengan maksimal. Karena itulah, sebelum sampai ke Puskesmas Tiris, ibu melahirkan di tengah jalan dibantu oleh dukun beranak.

“(Dalam) Video itu, pihak keluarga akan membawa ke Puskesmas Tiris. Namun karena memang jalannya rusak. Jadi belum sampai (Ke Puskesmas Tiris, Red) sudah melahirkan. Beruntung ibu dan bayi perempuan yang dilahirkan selamat,” ujarnya, Rabu (11/5).

Agus mengatakan, bidan desa sebelumnya sudah memberikan saran kepada Susmiati, agar saat mengalami kontraksi segera berangkat ke Puskesmas. Sebab dirinya menyadari memang akses menuju desa kurang baik.

Oleh karena itu, antisipasi pertolongan medis dapat dilakukan lebih awal. “Sudah kami beritahukan sejak dini, saat kontraksi harus segera ke Puskesmas. Kami khawatir jika ada hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga kini kami terus pantau perkembangan ibu dan bayi,” tandasnya. (ar/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/