alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Hilal Tak Terlihat di Pantai Duta Paiton  

PAITON, Radar Bromo-Pemantauan hilal Selasa sore (11/5) juga dilakukan di Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pemantauan yang dilakukan Tim Hisab Rukyah atau Rukyatul Hilal Kabupaten Probolinggo itu tak melihat hilal.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, pemantauan hilal yang dilakukan oleh tim Hisab Rukyah Tak bisa melihat hilal. Padahal pada saat itu, cuaca terpantau cerah.

Menurutnya, perhitungan hisap saat ini, hilal berada di bawah 3 derajat di bawah ufuk. “Dalam artian, tidak dapat dilihat secara kasat mata,” ujarnya, Selasa (11/5).

Meski hilal tak terlihat, Bahktiar sapaan akrabnya tidak dapat memastikan kapan awal bulan syawal. Menurutnya, pemantauan hilal juga dilakukan di sejumlah titik di Indonesia.

Ia menjelaskan, pemantauan hilal dilakukan dengan beberapa alat. Yakni gawang lokasi, kompas azimut dan benang azimut.  “Ketiganya digunakan keseluruhan untuk memantau posisi hilal, penentu awal bulan syawal. Kami mulai dari pukul 16.00 WIB, hingga pukul 17.30,” ujarnya.

Dalam pemantauan hilal ini juga, pihaknya melibatkan beberapa unsur seperti Tim Rukyatul Hilal dari Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur. Selain itu, organisasi masyarakat, Pengadilan Agama (PA),  tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, dalam surat laporan kegiatan Rukyatul hilal yang ditunjukkan oleh Pengurus Besar (PB) Nahdatul Ulama (NU) dari Pengurus Wilayah (PW) NU, di 27 titik Rukyat dilaporkan bahwa hilal tidak terlihat. Dengan demikian, maka bulan ramadan 1442 hijriah digenapkan menjadi 30 hari. (mu/mie)

 

 

PAITON, Radar Bromo-Pemantauan hilal Selasa sore (11/5) juga dilakukan di Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pemantauan yang dilakukan Tim Hisab Rukyah atau Rukyatul Hilal Kabupaten Probolinggo itu tak melihat hilal.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, pemantauan hilal yang dilakukan oleh tim Hisab Rukyah Tak bisa melihat hilal. Padahal pada saat itu, cuaca terpantau cerah.

Menurutnya, perhitungan hisap saat ini, hilal berada di bawah 3 derajat di bawah ufuk. “Dalam artian, tidak dapat dilihat secara kasat mata,” ujarnya, Selasa (11/5).

Meski hilal tak terlihat, Bahktiar sapaan akrabnya tidak dapat memastikan kapan awal bulan syawal. Menurutnya, pemantauan hilal juga dilakukan di sejumlah titik di Indonesia.

Ia menjelaskan, pemantauan hilal dilakukan dengan beberapa alat. Yakni gawang lokasi, kompas azimut dan benang azimut.  “Ketiganya digunakan keseluruhan untuk memantau posisi hilal, penentu awal bulan syawal. Kami mulai dari pukul 16.00 WIB, hingga pukul 17.30,” ujarnya.

Dalam pemantauan hilal ini juga, pihaknya melibatkan beberapa unsur seperti Tim Rukyatul Hilal dari Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur. Selain itu, organisasi masyarakat, Pengadilan Agama (PA),  tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, dalam surat laporan kegiatan Rukyatul hilal yang ditunjukkan oleh Pengurus Besar (PB) Nahdatul Ulama (NU) dari Pengurus Wilayah (PW) NU, di 27 titik Rukyat dilaporkan bahwa hilal tidak terlihat. Dengan demikian, maka bulan ramadan 1442 hijriah digenapkan menjadi 30 hari. (mu/mie)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/