alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

RSUD Waluyo Jati Upayakan Miliki Dokter Forensik

KRASAAN, Radar Bromo – Rumah sakit umum daerah (RSUD) Waluyo Jati menjadi tempat medis andalan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Probolinggo. Meski begitu, rumah sakit yang dikelola Pemkab Probolinggo tersebut, sampai saat ini belum memiliki dokter forensik. Sehingga pelayanan dalam hal itu tidak dapat dilakukan.

Hal itu dibenarkan humas RSUD Waluyo Jati, Sugianto. Ia menyebutkan selama ini rumah sakit pelat merah tersebut memang belum memiliki dokter forensik. Namun begitu, pihaknya saat ini sedang mengupayakan pemenuhan dokter forensik.

“Memang belum ada sampai saat ini. Sejak dulu memang tidak ada. Namun sedang kami upayakan,” beber Sugianto.

Ia menyebutkan, upaya dilakukan dengan pengajuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ada sejumlah langkah langkah yang perlu dilakukan setelah itu. Salah satunya berupa pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pengadaan SDM untuk dokter forensik. Tapi belum tahu. Karena kan SDM dokter forensik ini kan terbatas. Jadi, agak sulit,” beber Sugianto.

Ia menyebutkan, nantinya hal itu akan ditangani bidang layanan rumah sakit setempat. Secara mekanisme, pengadaan dokter forensik ini juga bisa secara mandiri atau kerja sama. “Bisa dengan pihak kepolisian atau rumah sakit yang sudah memiliki forensik. Seperti RS dr Soetomo,” ujarnya.

KRASAAN, Radar Bromo – Rumah sakit umum daerah (RSUD) Waluyo Jati menjadi tempat medis andalan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Probolinggo. Meski begitu, rumah sakit yang dikelola Pemkab Probolinggo tersebut, sampai saat ini belum memiliki dokter forensik. Sehingga pelayanan dalam hal itu tidak dapat dilakukan.

Hal itu dibenarkan humas RSUD Waluyo Jati, Sugianto. Ia menyebutkan selama ini rumah sakit pelat merah tersebut memang belum memiliki dokter forensik. Namun begitu, pihaknya saat ini sedang mengupayakan pemenuhan dokter forensik.

“Memang belum ada sampai saat ini. Sejak dulu memang tidak ada. Namun sedang kami upayakan,” beber Sugianto.

Ia menyebutkan, upaya dilakukan dengan pengajuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ada sejumlah langkah langkah yang perlu dilakukan setelah itu. Salah satunya berupa pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pengadaan SDM untuk dokter forensik. Tapi belum tahu. Karena kan SDM dokter forensik ini kan terbatas. Jadi, agak sulit,” beber Sugianto.

Ia menyebutkan, nantinya hal itu akan ditangani bidang layanan rumah sakit setempat. Secara mekanisme, pengadaan dokter forensik ini juga bisa secara mandiri atau kerja sama. “Bisa dengan pihak kepolisian atau rumah sakit yang sudah memiliki forensik. Seperti RS dr Soetomo,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/