alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Ajukan 3.000 untuk PPPK Guru Tidak Tetap–Pegawai Tidak Tetap

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebutuhan tenaga pendidikan (guru) di Kabupaten Probolinggo cukup banyak. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo tahun ini mengajukan sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Baik itu untuk guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai tidak tetap (PTT) yang ada saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi saat dikonfirmasi mengatakan, informasi soal tahun ini tidak ada rekrutmen formasi guru CPNS, menjadi perhatian serius. Karena itu, pihaknya mengajukan sekitar 3.000 PPPK untuk GTT dan PTT di lingkup pendidikan kabupaten Probolinggo.

”Kami sudah ajukan sekitar 3.000 GTT dan PTT untuk diangkat PPPK. Semoga terealisasi tahun ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Rozi menjelaskan, pengajuan itu bukan tanpa alasan. Mengingat, kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Probolinggo masih cukup banyak. Selama ini tenaga pendidik banyak dibantu oleh GTT. Ada sekitar 2.300 GTT di Kabupaten Probolinggo yang membantu proses pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

”Kekurangan guru (ASN) di Kabupaten Probolinggo, sementara bisa teratasi dengan GTT. Karean itu, kami ajukan 3.000 untuk PPPK dari GTT dan PTT,” ungkapnya.

Rozi mengungkapkan, kekurangan tenaga pendidik (ASN) tidak hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo. Karena itu pemerintah pusat, tahun ini rencana angkat 1 juta PPPK. Harapannya, dari 1 juta itu, sekitar 3.000 PPPK diperuntukkan GTT/PTT di Kabupaten Probolinggo. ”Semoga saja pengajuan kami bisa terealisasi,” harapnya.

Meski demikian dikatakan Rozi, GTT di Kabupaten Probolinggo tak semuanya bisa mendapatakan PPPK. Sebab, untuk lolos guru PPPK ada tahap seleksi. Tetapi, peluang GTT untuk bisa lolos PPPK masih terbuka. Mengingat, usia maksimal untuk ikut PPPK adalah 54 tahun. “Persyaratannya banyak, mulai sarjana. Kemudian yang bersangkutan juga tercatat di dapodik, jadi lengkap persyaratannya,” ujarnya. (mas/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebutuhan tenaga pendidikan (guru) di Kabupaten Probolinggo cukup banyak. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo tahun ini mengajukan sekitar 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Baik itu untuk guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai tidak tetap (PTT) yang ada saat ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, Fathur Rozi saat dikonfirmasi mengatakan, informasi soal tahun ini tidak ada rekrutmen formasi guru CPNS, menjadi perhatian serius. Karena itu, pihaknya mengajukan sekitar 3.000 PPPK untuk GTT dan PTT di lingkup pendidikan kabupaten Probolinggo.

”Kami sudah ajukan sekitar 3.000 GTT dan PTT untuk diangkat PPPK. Semoga terealisasi tahun ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Rozi menjelaskan, pengajuan itu bukan tanpa alasan. Mengingat, kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Probolinggo masih cukup banyak. Selama ini tenaga pendidik banyak dibantu oleh GTT. Ada sekitar 2.300 GTT di Kabupaten Probolinggo yang membantu proses pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

”Kekurangan guru (ASN) di Kabupaten Probolinggo, sementara bisa teratasi dengan GTT. Karean itu, kami ajukan 3.000 untuk PPPK dari GTT dan PTT,” ungkapnya.

Rozi mengungkapkan, kekurangan tenaga pendidik (ASN) tidak hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo. Karena itu pemerintah pusat, tahun ini rencana angkat 1 juta PPPK. Harapannya, dari 1 juta itu, sekitar 3.000 PPPK diperuntukkan GTT/PTT di Kabupaten Probolinggo. ”Semoga saja pengajuan kami bisa terealisasi,” harapnya.

Meski demikian dikatakan Rozi, GTT di Kabupaten Probolinggo tak semuanya bisa mendapatakan PPPK. Sebab, untuk lolos guru PPPK ada tahap seleksi. Tetapi, peluang GTT untuk bisa lolos PPPK masih terbuka. Mengingat, usia maksimal untuk ikut PPPK adalah 54 tahun. “Persyaratannya banyak, mulai sarjana. Kemudian yang bersangkutan juga tercatat di dapodik, jadi lengkap persyaratannya,” ujarnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/