alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ada Staf Positif Covid, Uji Kir Dishub Kab Probolinggo Lockdown

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Uji Berkala Kendaraan Bermotor atau Uji Kir Dishub Kabupaten Probolinggo, di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, lockdown. Pelayanannya ditutup setelah salah satu stafnya terpapar Covid-19.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistiyanto mengatakan, penutupan dilkakukan lantaran staf balai uji kir ada yang terkonfirmasi Covid-19. Staf tersebut tertular Covid-19 dari istrinya yang terpapar sejak November lalu. “Betul terpaparnya dari istrinya di rumahmya. Saat ini balai sedang ditutup sampai Selasa (22/12),” ujarnya, kemarin.

Terpisah, Kepala UPT Uji Kir Dishub Kabupaten Probolinggo Cipto Widianto mengatakan, lockdown dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah memerangi penyebaran wabah asal Tiongkok tersebut. “Seluruh pelayanan uji berkala atau uji kir kami tutup sementara. Hal ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah untuk memutus mata rantai wabah ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, para pemilik kendaraan angkutan maupun barang yang sudah mendaftar diharapkan melakukan pendaftaran ulang. Sehingga, saat pelayanan kembali dibuka, yang bersangkutan bisa langsung mendapatkan pelayanan uji kir.

“Tutupnya selama 14 hari. Bagi warga yang sudah mendaftar antara tanggal 8-22 Desember, untuk melakukan pendaftaran ulang pada tanggal berikutnya. Saat ini pendaftaraanya sudah kami wajibkan melalui daring atau online,” jelasnya.

Penutupan sementara ini terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi semakin luasnya penyebaran Covid-19. Padahal, di sisi lain, pihaknya masih membutuhkan puluhan juta rupiah untuk memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. “Kalau prokes (protokol kesehatan) kami terapkan secara maksimal. Tapi ini (lockdown) merupakan ikhtiar kami dalam menghadapi wabah ini,” ujarnya.

Diketahui, hingga saat ini target PAD uji kir sudah mencapai 90 persen dari total target PAD yang mencapai Rp 1.050.000.000. Cipto berharap, ketika masa lockdown berakhir, para pemilik kendaraan yang belum melakukan uji berkala untuk langsung mendatangi lokasi uji kir.

“Kami tetap berharap setelah ini berakhir kegiatan uji kir bisa normal kembali. Karena jika tidak melakukan uji berkala, kualitas layak jalan kendaraan akan turun dan berisiko terhadap meningkatkan kecelakaan di jalan,” jelasnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Uji Berkala Kendaraan Bermotor atau Uji Kir Dishub Kabupaten Probolinggo, di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, lockdown. Pelayanannya ditutup setelah salah satu stafnya terpapar Covid-19.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistiyanto mengatakan, penutupan dilkakukan lantaran staf balai uji kir ada yang terkonfirmasi Covid-19. Staf tersebut tertular Covid-19 dari istrinya yang terpapar sejak November lalu. “Betul terpaparnya dari istrinya di rumahmya. Saat ini balai sedang ditutup sampai Selasa (22/12),” ujarnya, kemarin.

Terpisah, Kepala UPT Uji Kir Dishub Kabupaten Probolinggo Cipto Widianto mengatakan, lockdown dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah memerangi penyebaran wabah asal Tiongkok tersebut. “Seluruh pelayanan uji berkala atau uji kir kami tutup sementara. Hal ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah untuk memutus mata rantai wabah ini,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Ia menyebutkan, para pemilik kendaraan angkutan maupun barang yang sudah mendaftar diharapkan melakukan pendaftaran ulang. Sehingga, saat pelayanan kembali dibuka, yang bersangkutan bisa langsung mendapatkan pelayanan uji kir.

“Tutupnya selama 14 hari. Bagi warga yang sudah mendaftar antara tanggal 8-22 Desember, untuk melakukan pendaftaran ulang pada tanggal berikutnya. Saat ini pendaftaraanya sudah kami wajibkan melalui daring atau online,” jelasnya.

Penutupan sementara ini terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi semakin luasnya penyebaran Covid-19. Padahal, di sisi lain, pihaknya masih membutuhkan puluhan juta rupiah untuk memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. “Kalau prokes (protokol kesehatan) kami terapkan secara maksimal. Tapi ini (lockdown) merupakan ikhtiar kami dalam menghadapi wabah ini,” ujarnya.

Diketahui, hingga saat ini target PAD uji kir sudah mencapai 90 persen dari total target PAD yang mencapai Rp 1.050.000.000. Cipto berharap, ketika masa lockdown berakhir, para pemilik kendaraan yang belum melakukan uji berkala untuk langsung mendatangi lokasi uji kir.

“Kami tetap berharap setelah ini berakhir kegiatan uji kir bisa normal kembali. Karena jika tidak melakukan uji berkala, kualitas layak jalan kendaraan akan turun dan berisiko terhadap meningkatkan kecelakaan di jalan,” jelasnya. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2