alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Walau Musim Hujan, Kekeringan di Kab Probolinggo Belum Berakhir

KRAKSAAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, sebelumnya telah memprediksi tidak akan ada lagi permintaan air bersih. Namun, ternyata perkiraan itu meleset. Sabtu (7/11) lalu, masih ada desa yang meminta kiriman air bersih.

Desa yang meminta kiriman air bersih itu adalah Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Ada sejumlah dusun di desa ini yang membutuhkan air bersih. “Kami Kembali mengirim ke beberapa wilayah. Hal itu dilakukan lantaran kebutuhan air di sana masih belum normal meski sudah masuk musim hujan. Salah satunya Desa Tulupari,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga.

Menurutnya, ada tiga dusun di Desa Tulupari, yang meminta kiriman air bersih. Yakni, Dusun Krajan, Dusun Dukungan, dan Dusun Klompangan. Tiga dusun itu dihuni oleh sekitar 1881 jiwa yang masuk pada 295 kepala keluarga.

Sugeng menjelaskan, penyebab lain beberapa daerah seperti Desa Tulupari, masih kekurangan air, masih didalami. “Tahun lalu tidak sampai seperti ini. Permintaannya tidak banyak dan tidak sampai akhir musim. Seperti Desa Tulupari, tidak biasa seperti itu. Jadi, kami akan mendali penyebabnya,” jelasnya.

Sebelumnya BPBD telah memprediksi tidak akan ada permintaan kiriman air lagi. Sebab, sumber air di daerah rawan bencana kekeringan mulai normal. Namun, ketika masih ada permintaan air, BPBD berjanji tetap akan memenuhinya.

“Laporan terakhir memang sudah tidak ada. Namun, karena permintaan kembali datang, maka pengiriman kembali dilakukan. Sehingga, ini tidak menutup kemungkinan akan kembali dilakukan pengiriman air,” ujarnya. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, sebelumnya telah memprediksi tidak akan ada lagi permintaan air bersih. Namun, ternyata perkiraan itu meleset. Sabtu (7/11) lalu, masih ada desa yang meminta kiriman air bersih.

Desa yang meminta kiriman air bersih itu adalah Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Ada sejumlah dusun di desa ini yang membutuhkan air bersih. “Kami Kembali mengirim ke beberapa wilayah. Hal itu dilakukan lantaran kebutuhan air di sana masih belum normal meski sudah masuk musim hujan. Salah satunya Desa Tulupari,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga.

Menurutnya, ada tiga dusun di Desa Tulupari, yang meminta kiriman air bersih. Yakni, Dusun Krajan, Dusun Dukungan, dan Dusun Klompangan. Tiga dusun itu dihuni oleh sekitar 1881 jiwa yang masuk pada 295 kepala keluarga.

Sugeng menjelaskan, penyebab lain beberapa daerah seperti Desa Tulupari, masih kekurangan air, masih didalami. “Tahun lalu tidak sampai seperti ini. Permintaannya tidak banyak dan tidak sampai akhir musim. Seperti Desa Tulupari, tidak biasa seperti itu. Jadi, kami akan mendali penyebabnya,” jelasnya.

Sebelumnya BPBD telah memprediksi tidak akan ada permintaan kiriman air lagi. Sebab, sumber air di daerah rawan bencana kekeringan mulai normal. Namun, ketika masih ada permintaan air, BPBD berjanji tetap akan memenuhinya.

“Laporan terakhir memang sudah tidak ada. Namun, karena permintaan kembali datang, maka pengiriman kembali dilakukan. Sehingga, ini tidak menutup kemungkinan akan kembali dilakukan pengiriman air,” ujarnya. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/