Bahan Baku Singkong Melimpah saat Musim Kemarau

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Musim kemarau menjadi keuntungan tersendiri bagi pengolah singkong di Kabupaten Probolinggo. Selama kemarau, bahan baku keripik dan samiler ini melimpah.

Seperti diungkap salah satu produsen keripik singkong asal Desa/Kecamatan Pakuniran, Babul Janna. Menurutnya, selama kemarau bahan baku keripik singkong tidak susah dicari. Karena banyak daerah yang sedang panen raya. “Kalau musim kemarau daerah sini sedang panen raya singkong,” ujarnya.

Dengan melimpahnya bahan baku, Babul mengaku, tidak akan mengalami kekurangan bahan baku selama berproduksi. Meski dalam sekali produksi, pihaknya butuh 5 kuintal. “Kelompok saya ada 5 rumah yang memproduksi. Biasanya satu rumah dalam sehari bisa menghabiskan 5 kuintal,” ujarnya.

Tidak hanya keripik singkong yang diproduksi Babul. Ia juga membuat singkong menjadi samiler. Menurutnya, 1 kuintal singkong bisa menghasilkan 30 kilogram keripik. Sedangkan, bila diolah menjadi samiler akan mendapatkan sekitar 1.400-1.600 keping. “Ini hanya bertahan sekarang (selama kemarau) saja, nanti musim hujan sudah susah lagi bahan bakunya,” ujarnya.

Humas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani Probolinggo Tumin mengatakan, produksi singkong pada musim kemarau sangat melimpah. Sebab, kebanyakan petani singkong panennya pada musim kemarau.

Menurutnya, petani yang bekerja sama dengan Perhutani melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) biasanya menanam singkong pada Maret hingga April. Sehingga, pada musim kemarau bisa dipanen.

Tumin mengatakan, pada musim hujan, petani banyak beralih kepada tanaman yang bisa lebih banyak dan cepat mendapatkan untung. “Kalau musim hujan, petani LMDH banyak yang beralih ketanaman lainnya. Seperti jagung. Sehingga, mempengaruhi produksi singkong,” jelasnya.

Ia menjelaskan, LMDH Margayu wilayah Pakuniran biasa per hektare bisa menghasilkan 8 ton singkong per tahun. Sedangkan, kawasan LMDH Margayu di Pakuniran, luasnya mencapai sekitar 10 hektare yang dikelola dan ditanami singkong.

Selain itu, Tumin mengatakan, ketika kebutuhan singkong di satu daerah tidak mencukupi, pihaknya siap membantu. Terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku para pengolah singkong. “Mungkin nanti bisa diambil dari daerah lain di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya. (mg1/fun)