alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pendapatan Uji Kir Capai 50 Persen di Semester Pertama Tahun 2020

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Balai uji kir menjadi satu satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Higga senam bulan di tahun 2020, PAD pada uji kir sudah mencapai 50 persen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dishub Kabupaten Probolinggo, Cipto Widianto mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan PAD ujikir sebesar 50 persen dari target. Sebagaian besar berasal dari kendaraan jenis pikap.

“Jumlahnya Rp 500 jutaan yang kami peroleh, jadi sudah capai 50 persen dari target Rp 1 miliar. Mayoritas itu berasal dari kendaraan pikap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, target PAD uji kir sebelumnya mengalami perubahan dari target awal. Hal tersebut disebabkan adanya pandemi Covid-19. Meski begitu ia mengatakan, penurunan target yang terjadi tidak terlalu signifikan. Sebab selama pandemi, pihaknya masih terus membuka pelayanan meski sempat seminggu 2 kali pada April dan Mei.

“Pandemi Covid-19 ini berpengaruh, tapi hanya dikurangi Rp 50 juta. Dari Rp 1,05 miliar menjadi Rp 1 miliar,” ujarnya.

Dengan capaian yang ada saat ini, Cipto merasa optimistis target PAD tersebut akan tercapai. Sebab, dalam setahun, setidaknya 1 kendaraan mempunyai kewajiban untuk melakukan uji kir sebanyak 2 kali.

“Artinya yang sudah melakukan uji kir pada Januari–Juni itukan akan kembali lagi pada Juli–Desember. Sementara kendaraan yang wajib itu adalah kendaraan barang dan angkutan umum. Tapi semisal ada kendaraan pribadi yang mau uji kir tetap kami layani, karena itu bisa menambah PAD nantinya,” ujarnya. (mg1/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Balai uji kir menjadi satu satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Higga senam bulan di tahun 2020, PAD pada uji kir sudah mencapai 50 persen.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dishub Kabupaten Probolinggo, Cipto Widianto mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan PAD ujikir sebesar 50 persen dari target. Sebagaian besar berasal dari kendaraan jenis pikap.

“Jumlahnya Rp 500 jutaan yang kami peroleh, jadi sudah capai 50 persen dari target Rp 1 miliar. Mayoritas itu berasal dari kendaraan pikap,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Ia menjelaskan, target PAD uji kir sebelumnya mengalami perubahan dari target awal. Hal tersebut disebabkan adanya pandemi Covid-19. Meski begitu ia mengatakan, penurunan target yang terjadi tidak terlalu signifikan. Sebab selama pandemi, pihaknya masih terus membuka pelayanan meski sempat seminggu 2 kali pada April dan Mei.

“Pandemi Covid-19 ini berpengaruh, tapi hanya dikurangi Rp 50 juta. Dari Rp 1,05 miliar menjadi Rp 1 miliar,” ujarnya.

Dengan capaian yang ada saat ini, Cipto merasa optimistis target PAD tersebut akan tercapai. Sebab, dalam setahun, setidaknya 1 kendaraan mempunyai kewajiban untuk melakukan uji kir sebanyak 2 kali.

“Artinya yang sudah melakukan uji kir pada Januari–Juni itukan akan kembali lagi pada Juli–Desember. Sementara kendaraan yang wajib itu adalah kendaraan barang dan angkutan umum. Tapi semisal ada kendaraan pribadi yang mau uji kir tetap kami layani, karena itu bisa menambah PAD nantinya,” ujarnya. (mg1/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2