289 Hektare Tambak Garam Disiapkan untuk Kebut Produksi di Kemarau

SIAP KIRIM: Petani tambak di wilayah Gending, mengangkut hasil tambak garam untuk dikirim. Musim kemarau yang kini tengah berlangsung, disambut antusias untuk menggenjot produksi garam. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo– Datangnya musim kemaraumenjadi berkah bagi petani tambak garam. Dinas Perikanan dan Kelautan di Kabupaten Probolingo bahkan berharap, di musim kemarau, produksi garam bisa melejit. Saat ini seluas 289 hektare lahan tambak garam tengah dipersiapkan untuk menggenjot target produksi.

Mayoritas produksi garam masih bergantung pada musim. Luasnya lahan tambak garam yang dikelola petambak, dapat memproduksi garam secara maksimal saat suhu udara cukup panas, seperti musim kemarau seperti sekarang.

“Saat ini semua lahan tambak sudah disiapkan untuk produksi garam, empat kecamatan yakni Kecamatan Gending, Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Kraksaan, dan Kecamatan Paiton,” ujar Kasi Pendayagunaan Sumber Daya Pesisir Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Yunianto Hisa Prapta

Intesifikasi tambak garam yang sudah ada mulai dilakukan. Begitu pula pendampingan petambak garam oleh Dinas Perikanan dan Kelautan. Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar hasil garam yang telah diproduksi sesuai dengan harapan.  Kualitas garam yang diproduksi petambak dapat dilakukan melaui pengecekan terhadap kandungan NACL yang terkandung dalam butiran garam.

“Butiran garam yang telah diproduksi nanti dapat diketahui kualitasnya setelah melalui pengecekan,” pungkasnya.

Kendati mulai dilakukan persiapan secera intensif, kata Yunianto, ada beberapa lahan yang sudah mulai panen. Seperti di Kecamatan Gending dan Kraksaan, namun jumlahnya tidak begutu banyak. Sehingga tidak memiliki peningkatan yang cukup signifikan pada target yang telah ditetapkan. Untuk mendukung tercapainnya target, tambak garam menggunakan sistem tunnel on-off.

“Berbagai upaya kami lakukan agar target produksi garam dapat tercapai, namun luasnya tambak garam masih menjadi kunci pencapaian target. Terik sinar matahari saat musim kemarau yang puncaknya pada bulan agustus sampai Oktober. Baik untuk mempercepat proses pengeringan menjadi garam,” jelasnya. (ar/fun)