alexametrics
24.3 C
Probolinggo
Monday, 8 August 2022

Sudah Tiga Tahun Resi Gudang di Kraksaan Mandek

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sudah sejak tiga tahun ini sistem resi gudang (SRG) di Kabupaten Probolinggo tidak beroperasi. Gudang yang berlokasi di Kraksaan itu sejatinya digunakan untuk mengamankan hasil panen ketika harga murah.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami melalui Kasi Perdagangan Ridwan membenarkan, tidak beropasinya gudang SRG. Itu sejak adanya aturan baru. Sehingga ketika ada penurunan, Disperindag tidak bisa apa apa.

“Muncul aturan baru tahun 2018, yang memperbolehkan intervensi dari pemerintah pada pengurus gudang SRG. Kalau sebelumnya, kami hanya bisa memantau tanpa bisa mengintervensi. Sehingga ketika ada permasalahan, juga tidak bisa apa-apa,” katanya kemarin.

SRG Kabupaten Probolinggo pernah menjadi yang terbaik di Jawa Timur pada kisaran tahun 2011-2013. Seiring berjalannya waktu dan pergantian pengurus, membuat gudang SRG ternyata juga menurun prestasinya.

Ridwan mengatakan, aturan baru keluar tahun 2018. Namun, secara bersamaan kepengurusan dari pihak ketiga baru terbentuk. Setahun berikutnya atau 2019, sudah ada rencana kembali buka, ternyata ada kendala lagi. Sampai anggaran untuk gudang SRG itu terkena refocusing.

”Saat ini semua pengurus dan teknik lainnya sudah siap beroperasi. Hanya saja masih butuh pelatihan terhadap sistem aplikasi terpadu di Jakarta. Tapi tidak bisa karena masih pandemi,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, SRG sendiri memang banyak manfaat terhadap keberlangsungan petani. Hasil panen gabah yang simpan di di gudang bisa dijadikan jaminan untuk modal usaha petani. “Gudang yang ada saat ini bisa menyimpan hingga tiga ribu ton, ya mudah mudahan dalam waktu dekat bisa kembali beroperasi,” jelasnya. (mas/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sudah sejak tiga tahun ini sistem resi gudang (SRG) di Kabupaten Probolinggo tidak beroperasi. Gudang yang berlokasi di Kraksaan itu sejatinya digunakan untuk mengamankan hasil panen ketika harga murah.

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami melalui Kasi Perdagangan Ridwan membenarkan, tidak beropasinya gudang SRG. Itu sejak adanya aturan baru. Sehingga ketika ada penurunan, Disperindag tidak bisa apa apa.

“Muncul aturan baru tahun 2018, yang memperbolehkan intervensi dari pemerintah pada pengurus gudang SRG. Kalau sebelumnya, kami hanya bisa memantau tanpa bisa mengintervensi. Sehingga ketika ada permasalahan, juga tidak bisa apa-apa,” katanya kemarin.

SRG Kabupaten Probolinggo pernah menjadi yang terbaik di Jawa Timur pada kisaran tahun 2011-2013. Seiring berjalannya waktu dan pergantian pengurus, membuat gudang SRG ternyata juga menurun prestasinya.

Ridwan mengatakan, aturan baru keluar tahun 2018. Namun, secara bersamaan kepengurusan dari pihak ketiga baru terbentuk. Setahun berikutnya atau 2019, sudah ada rencana kembali buka, ternyata ada kendala lagi. Sampai anggaran untuk gudang SRG itu terkena refocusing.

”Saat ini semua pengurus dan teknik lainnya sudah siap beroperasi. Hanya saja masih butuh pelatihan terhadap sistem aplikasi terpadu di Jakarta. Tapi tidak bisa karena masih pandemi,” ujarnya.

Ridwan menjelaskan, SRG sendiri memang banyak manfaat terhadap keberlangsungan petani. Hasil panen gabah yang simpan di di gudang bisa dijadikan jaminan untuk modal usaha petani. “Gudang yang ada saat ini bisa menyimpan hingga tiga ribu ton, ya mudah mudahan dalam waktu dekat bisa kembali beroperasi,” jelasnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/