alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Stok Vaksin Dosis Pertama di Kab Probolinggo Habis

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vaksinasi terhadap pelayan publik dan warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Probolinggo masih belum selesai. Tapi kini stok vaksin yang dimiliki Kabupaten Probolinggo, menipis. Bahkan, vaksin untuk dosis pertama, sudah habis. Pemkab Probolinggo kini menunggu kiriman dari Pusat.

Untuk saat ini, vaksin AstraZeneca sudah habis disuntikkan pada target sasaran, untuk dosis pertama. Sedangkan, vaksinasi dosis kedua AstraZeneca, tunggu jeda waktu sekitar 8-10 minggu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, vaksinasi masal dilakukan kepada pelayan publik dan warga lansia. Vaksinasi dilakukan sesegera mungkin setelah mendapat kiriman dari pemprov. Hasilnya, vaksin AstraZeneca yang didapat sudah habis disuntikkan untuk dosis pertama.

”Saat ini, kami sudah tidak memiliki stok vaksin untuk vaksinasi dosis pertama. Baik itu vaksin Sinovac maupun AstraZeneca,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Mujoko menjelaskan, untuk saat ini di gudang Farmasi Dinkes, sudah tidak ada vaksin untuk dosis pertama. Baik itu vaksin Sinovac maupun AstraZeneca. Ketersediaan di gudang hanya ada sekitar 27 ribu vaksin Sinovac untuk dosis kedua. Jadi, untuk vaksin dosis pertama sudah tidak ada.

“Begitu ada stok, langsung kami data siapa saja yang belum divaksin dan siap divaksin. Selanjutnya langsung kami distribusikan menuju fasilitas kesehatan. Kami masih menunggu kiriman vaksin dari pusat atau provinsi,” ujarnya.

Mujoko menjelaskan, jumlah dosis dan jenis vaksin yang akan dikirim merupakan kebijakan dari Pemprov Jatim. Hal ini didasarkan pada laju pelaksanaan vaksinasi di lapangan dan jumlah pasien yang akan divaksin. Jika pelaksanaan vaksin dilakukan dengan cepat, maka pengiriman vaksin juga dapat dilakukan dengan cepat.

“Jika ketersediaan vaksin banyak, tenaga yang kami miliki per hari dapat melakukan 4.000 penyuntikan vaksin. Namun, saat kondisi seperti saat ini, hanya mampu melaksanakan 2.800 penyuntikan vaksin dalam sehari,” ujarnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Vaksinasi terhadap pelayan publik dan warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Probolinggo masih belum selesai. Tapi kini stok vaksin yang dimiliki Kabupaten Probolinggo, menipis. Bahkan, vaksin untuk dosis pertama, sudah habis. Pemkab Probolinggo kini menunggu kiriman dari Pusat.

Untuk saat ini, vaksin AstraZeneca sudah habis disuntikkan pada target sasaran, untuk dosis pertama. Sedangkan, vaksinasi dosis kedua AstraZeneca, tunggu jeda waktu sekitar 8-10 minggu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, vaksinasi masal dilakukan kepada pelayan publik dan warga lansia. Vaksinasi dilakukan sesegera mungkin setelah mendapat kiriman dari pemprov. Hasilnya, vaksin AstraZeneca yang didapat sudah habis disuntikkan untuk dosis pertama.

Mobile_AP_Half Page

”Saat ini, kami sudah tidak memiliki stok vaksin untuk vaksinasi dosis pertama. Baik itu vaksin Sinovac maupun AstraZeneca,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Mujoko menjelaskan, untuk saat ini di gudang Farmasi Dinkes, sudah tidak ada vaksin untuk dosis pertama. Baik itu vaksin Sinovac maupun AstraZeneca. Ketersediaan di gudang hanya ada sekitar 27 ribu vaksin Sinovac untuk dosis kedua. Jadi, untuk vaksin dosis pertama sudah tidak ada.

“Begitu ada stok, langsung kami data siapa saja yang belum divaksin dan siap divaksin. Selanjutnya langsung kami distribusikan menuju fasilitas kesehatan. Kami masih menunggu kiriman vaksin dari pusat atau provinsi,” ujarnya.

Mujoko menjelaskan, jumlah dosis dan jenis vaksin yang akan dikirim merupakan kebijakan dari Pemprov Jatim. Hal ini didasarkan pada laju pelaksanaan vaksinasi di lapangan dan jumlah pasien yang akan divaksin. Jika pelaksanaan vaksin dilakukan dengan cepat, maka pengiriman vaksin juga dapat dilakukan dengan cepat.

“Jika ketersediaan vaksin banyak, tenaga yang kami miliki per hari dapat melakukan 4.000 penyuntikan vaksin. Namun, saat kondisi seperti saat ini, hanya mampu melaksanakan 2.800 penyuntikan vaksin dalam sehari,” ujarnya. (mas/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2