alexametrics
27.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jualan, Uang Modal Rp 6 Juta Milik Pensiunan TNI AL Ini Dicuri Maling

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PAJARAKAN, Radar Bromo – Sial benar nasib yang dialami Talip, 73. Pensiunan TNI AL yang tinggal di Dusun III Pasar 1, Desa Klaseman, Kecamatan Gending, menjadi korban pencurian. Talip yang kini berdagang aksesoris motor di pinggir jalan pantura Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan, kehilangan uang Rp 6 juta yang digondol maling.

Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa (8/6) pagi. Saat itu datang sepasang suami istri dengan seorang anak kecil menggunakan motor jenis matik, yang berhenti di lapak milik korban. Lapak merupakan motor roda tiga. Seperti biasanya, saat pelanggan datang korban selalu melayani dengan ramah.

“Saya tidak tahu mereka (pelaku, Red) dari arah mana, berhenti hendak membeli boncengan anak-anak. Tentu saya layani dengan sebaik-baiknya,” ujar Talip saat ditemui Rabu (9/6).

Tak lama kemudian, perempuan yang dibonceng turun. Dia lalu memilih beberapa boncengan yang sudah tersedia. Bahkan sempat bertanya apakah cocok untuk motor yang dikendarai saat itu.

Korban kemudian menjelaskan dan menyarankan beberapa boncengan yang cocok. Namun perempuan tersebut kemudian nampak modar-mandir di sisi timur motor tempat korban menyimpan tas slempang berwarna biru. Tas itulah yang digunakan Talip untuk menyimpan surat dan uang. Saat itu motor pelaku berada di sisi selatan menghadap ke timur.

BERKEDOK PEMBELI: Talip menunjukkan lokasi dia menaruh tas berisi uang. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

“Bolak balik saya jelaskan namun tidak mengindahkan. Disitu saya tidak memperhatikan laki-laki yang bersamanya. Hanya fokus pada barang dagangan,” ungkapnya.

Beberapa menit setelahnya, korban merasa curiga. Sebab pelaku yang berpura-pura membeli itu, memilih barang cukup lama. Tetapi korban mencoba berprasangka baik. Setelah barang yang dipilih cocok, pelaku tancap gas ke arah timur.

Selesai melayani, Talip mau mengambil handphone yang ditaruh di gerobak motor. Betapa kagetnya dia karena tasnya sudah tidak ada. Dia sempat mencari tas itu, tapi sudah sudah tidak ada.

Dalam tas itu isinya handphone; dan sejumlah identitas serta surat penting. Termasuk uang tunai Rp. 6.000.000.

“Uang tersebut saya kumpulkan selama 3 tahun. Rencananya untuk modal dan tabungan. Tapi mau bagaimana lagi sudah apes,” ujar Talip dengan mata berkaca-kaca.

Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng Harianto saat dikonfirmasi mengatakan, korban telah melapor. Pihaknya juga telah melacak handphone korban. Sayangnya masih belum membuahkan hasil.

“Handphone korban sempat terdeteksi di Leces. Setelah itu sudah tidak dapat dideteksi lagi. Kasus ini masih kami lakukan penyelidikan,” bebernya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PAJARAKAN, Radar Bromo – Sial benar nasib yang dialami Talip, 73. Pensiunan TNI AL yang tinggal di Dusun III Pasar 1, Desa Klaseman, Kecamatan Gending, menjadi korban pencurian. Talip yang kini berdagang aksesoris motor di pinggir jalan pantura Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan, kehilangan uang Rp 6 juta yang digondol maling.

Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa (8/6) pagi. Saat itu datang sepasang suami istri dengan seorang anak kecil menggunakan motor jenis matik, yang berhenti di lapak milik korban. Lapak merupakan motor roda tiga. Seperti biasanya, saat pelanggan datang korban selalu melayani dengan ramah.

“Saya tidak tahu mereka (pelaku, Red) dari arah mana, berhenti hendak membeli boncengan anak-anak. Tentu saya layani dengan sebaik-baiknya,” ujar Talip saat ditemui Rabu (9/6).

Mobile_AP_Half Page

Tak lama kemudian, perempuan yang dibonceng turun. Dia lalu memilih beberapa boncengan yang sudah tersedia. Bahkan sempat bertanya apakah cocok untuk motor yang dikendarai saat itu.

Korban kemudian menjelaskan dan menyarankan beberapa boncengan yang cocok. Namun perempuan tersebut kemudian nampak modar-mandir di sisi timur motor tempat korban menyimpan tas slempang berwarna biru. Tas itulah yang digunakan Talip untuk menyimpan surat dan uang. Saat itu motor pelaku berada di sisi selatan menghadap ke timur.

BERKEDOK PEMBELI: Talip menunjukkan lokasi dia menaruh tas berisi uang. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

“Bolak balik saya jelaskan namun tidak mengindahkan. Disitu saya tidak memperhatikan laki-laki yang bersamanya. Hanya fokus pada barang dagangan,” ungkapnya.

Beberapa menit setelahnya, korban merasa curiga. Sebab pelaku yang berpura-pura membeli itu, memilih barang cukup lama. Tetapi korban mencoba berprasangka baik. Setelah barang yang dipilih cocok, pelaku tancap gas ke arah timur.

Selesai melayani, Talip mau mengambil handphone yang ditaruh di gerobak motor. Betapa kagetnya dia karena tasnya sudah tidak ada. Dia sempat mencari tas itu, tapi sudah sudah tidak ada.

Dalam tas itu isinya handphone; dan sejumlah identitas serta surat penting. Termasuk uang tunai Rp. 6.000.000.

“Uang tersebut saya kumpulkan selama 3 tahun. Rencananya untuk modal dan tabungan. Tapi mau bagaimana lagi sudah apes,” ujar Talip dengan mata berkaca-kaca.

Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng Harianto saat dikonfirmasi mengatakan, korban telah melapor. Pihaknya juga telah melacak handphone korban. Sayangnya masih belum membuahkan hasil.

“Handphone korban sempat terdeteksi di Leces. Setelah itu sudah tidak dapat dideteksi lagi. Kasus ini masih kami lakukan penyelidikan,” bebernya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2