alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Berburu Ikan Asap sampai ke Pegunungan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Memasuki Ramadan, di Kabupaten Probolinggo, banyak bermunculan pedagang kaki lima (PKL) dadakan. Termasuk penjual ikan asap. Bila sebelumnya hanya di tepi Jalan Pantura, saat Ramadan menjamur sampai ke desa-desa, bahkan pegunungan yang jauh dari laut.

Seperti di Jalan Kecamatan Krejengan dan Jalan Raya Condong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. Begitu juga di tepi ruas jalan lain. Seperti di wilayah Kecamatan Gading, Krucil, dan Kecamatan Tiris. Sejumlah pemanggang ikan bergelut dengan kepulan asap demi mengais rupiah.

“Kalau sudah Ramadan, baru jualan. Kalau hari-hari biasa tidak, bekerja yang lain. Buruh tani,” ujar salah seorang pedagang ikan asap di Jalan Kecamatan Krejengan, Suparman, 35.

Ramadan menjadi berkah tersendiri untuk mengais rezeki. Suparman mengatakan, dagangannya cukup laris. Banyak warga yang membeli untuk kebutuhan berbuka puasa maupun sahur. “Setiap hari bisa habis 3 kilogram ikan. Kulakannya ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Paiton,” katanya, sembari mengipas-ngipas ikan panggangannya.

Ikan yang dijual beragam. Ada tongkol, dorang, kakap putih, dan beragam ikan lainnya. Semunya hasil tangkapan para nelayan Kabupaten Probolinggo. “Semua masih segar. Karena kami ambilnya langsung ke nelayan,” ujarnya.

Harganya bervariasi. Antara Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu. Tergantung jenis dan ukuran ikan. Sehari, Suparman mengaku bisa mendapatkan Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. “Karena yang dijual kan sedikit, memang tidak ambil banyak. Menjaga kualitas ikannya,” katanya.

Hal senada disampaikan Mushonnif Kamil, 29, warga asal Desa Gili Ketapang, Sumberasih. Pria yang kini tinggal di Kecamatan Besuk, ini juga berjualan ikan asap hanya ketika Ramadan.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Memasuki Ramadan, di Kabupaten Probolinggo, banyak bermunculan pedagang kaki lima (PKL) dadakan. Termasuk penjual ikan asap. Bila sebelumnya hanya di tepi Jalan Pantura, saat Ramadan menjamur sampai ke desa-desa, bahkan pegunungan yang jauh dari laut.

Seperti di Jalan Kecamatan Krejengan dan Jalan Raya Condong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. Begitu juga di tepi ruas jalan lain. Seperti di wilayah Kecamatan Gading, Krucil, dan Kecamatan Tiris. Sejumlah pemanggang ikan bergelut dengan kepulan asap demi mengais rupiah.

“Kalau sudah Ramadan, baru jualan. Kalau hari-hari biasa tidak, bekerja yang lain. Buruh tani,” ujar salah seorang pedagang ikan asap di Jalan Kecamatan Krejengan, Suparman, 35.

Ramadan menjadi berkah tersendiri untuk mengais rezeki. Suparman mengatakan, dagangannya cukup laris. Banyak warga yang membeli untuk kebutuhan berbuka puasa maupun sahur. “Setiap hari bisa habis 3 kilogram ikan. Kulakannya ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Paiton,” katanya, sembari mengipas-ngipas ikan panggangannya.

Ikan yang dijual beragam. Ada tongkol, dorang, kakap putih, dan beragam ikan lainnya. Semunya hasil tangkapan para nelayan Kabupaten Probolinggo. “Semua masih segar. Karena kami ambilnya langsung ke nelayan,” ujarnya.

Harganya bervariasi. Antara Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu. Tergantung jenis dan ukuran ikan. Sehari, Suparman mengaku bisa mendapatkan Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. “Karena yang dijual kan sedikit, memang tidak ambil banyak. Menjaga kualitas ikannya,” katanya.

Hal senada disampaikan Mushonnif Kamil, 29, warga asal Desa Gili Ketapang, Sumberasih. Pria yang kini tinggal di Kecamatan Besuk, ini juga berjualan ikan asap hanya ketika Ramadan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/