Dewan Desak Data Ulang Sekolah Rawan Ambruk di Kab Probolinggo

AMBRUK: Atap TK PKK Pertiwi di Desa/Kecamatan Kotaanyar, yang ambruk beberapa waktu lalu. Banyaknya sekolah yang ambruk membuat dewan meminta agar Dispendik melakukan pendataan kondisi seluruh sekolah di Kabupaten Probolinggo. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo – Adanya beberapa atap bangunan sekolah yang ambruk lantaran diterpa hujan dan angin kencang di Kabupaten Probolinggo menjadi perhatian dewan setempat. Wakil rakyat mendesak dinas terkait untuk mendata ulang seluruh bangunan sekolah. Tujuannya, agar bisa diminimalisir dan jangan sampai ada korban.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD setempat Lukman Hakim. Pihaknya akan melakukan tindak lanjut bersama komisi D yang menangani masalah pendidikan. Selain itu, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan untuk meminta data mengenai sekolah yang rawan.

“Dinas harus melakukan inventarisir terhadap sekolah-sekolah yang tidak layak. Tidak layak itu dalam artian tidak sampai jatuh duluan. Jangan sampai ambruk, apalagi menimpa siswa dan guru,” katanya.

Dewan sendiri sebenarnya telah memiliki data mengenai sekolah yang tidak layak. Tetapi, karena sekarang masuk musim hujan yang intensitasnya tinggi, maka dinas didesak untuk memperdalam data itu. Sehingga, tidak sampai kecolongan jika ada sesuatu hal. “Sudah ada, kami pertajam lagi. Mengingat cuaca yang tidak bersahabat lagi,” jelasnya.

Apalagi, sudah ada sekolah yang atapnya ambruk, seperti halnya SDN Gunggungan Lor pihaknya mendesak dinas untuk segera melakukan perbaikan. Saat ini para siswa yang kelasnya ambruk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat.

Tenda itu didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tujuannya memberikan ruang kelas yang tidak mengkhawatirkan seperti kelas mereka semua. KBM di tenda sendiri akan berjalan hingga bangunan kelas selesai direhab.

“Secepatnya kami ditindaklanjuti bersama. Dinas harus bergerak cepat dan menganalisa agar tidak terjadi lagi,” tandas pria asal Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan itu.

Sebelumnya, bangunan SDN Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran berpotensi ambruk. Sebagian genteng dan plafonnya sudah ambrol. BPBD kemudian mendirikan tenda darurat agar siswa dapat belajar. Serta meminimalisir adanya korban jiwa, jika sewaktu-waktu ambruk.

Awal tahun ini, juga ada kejadian ambruknya atap ruang kelas TK Pertiwi di Desa/Kecamatan Kotaanyar. Ambruk setelah diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang. (sid/fun)