alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Belum Tetapkan Tanggal Pilkades Tahap Kedua

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap dua di 253 desa di Kabupaten Probolinggo, dipastikan digelar pada Februari 2022. Namun, sejauh ini Pemkab Probolinggo belum menetapkan tanggal pelaksanaannya.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma. “Dari eksekutif sudah tidak ada alasan lagi gelaran pilkades tidak digelar pada Februari mendatang. Sebab, anggaran sudah selesai. Tinggal pelaksanaannya saja yang harus segera dimulai. Sehingga nantinya dapat segera menentukan tanggal,” ujarnya dalam hearing bersama Apdesi dan eksekutif kemarin (8/9).

Menurutnya, persiapan pilkades harus segera dimulai. Seperti pembuatan peraturan tentang pilkades agar tahapannya bisa segera dimulai.

“Saat ini regulasinya untuk membahas Perbup tentang Pilkades sudah berubah. Pada pembahasan Perbup dan Perda saat masa Plt Bupati, itu harus dapat izin dari Kemendagri melalui gubernur. Pihak eksekutif telah menyanggupi pilkades digelar pada Februari. Dan pekan depan akan mulai membahas perbup mengenai pilkades,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Edi Suryanto mengatakan, persiapan pilkades membutuhkan 140 hari kerja hingga hari H pemilihan. Karenanya, tahapannya akan dimulai pada Oktober minggu keempat. “Akan dimulai pada Oktober. Pembentukan panitia dan seterusnya,” ujarnya.

Ia optimistis waktu yang tersedia akan cukup. Meski jika ada desa yang calon kepala desanya hanya satu orang, akan dilakukan perpanjangan pendaftaran dengan tambahan waktu 20 hari.

“Nanti tahapannya bisa dilakukan dengan sistem iris. Jadi, tidak semuanya runtut. Ada tahapan yang bisa dilakukan berbarengan,” ujar Asisten Pemerintahan Pemkab Probolinggo Heri Sulistiyanto. (mu/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap dua di 253 desa di Kabupaten Probolinggo, dipastikan digelar pada Februari 2022. Namun, sejauh ini Pemkab Probolinggo belum menetapkan tanggal pelaksanaannya.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma. “Dari eksekutif sudah tidak ada alasan lagi gelaran pilkades tidak digelar pada Februari mendatang. Sebab, anggaran sudah selesai. Tinggal pelaksanaannya saja yang harus segera dimulai. Sehingga nantinya dapat segera menentukan tanggal,” ujarnya dalam hearing bersama Apdesi dan eksekutif kemarin (8/9).

Menurutnya, persiapan pilkades harus segera dimulai. Seperti pembuatan peraturan tentang pilkades agar tahapannya bisa segera dimulai.

“Saat ini regulasinya untuk membahas Perbup tentang Pilkades sudah berubah. Pada pembahasan Perbup dan Perda saat masa Plt Bupati, itu harus dapat izin dari Kemendagri melalui gubernur. Pihak eksekutif telah menyanggupi pilkades digelar pada Februari. Dan pekan depan akan mulai membahas perbup mengenai pilkades,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Edi Suryanto mengatakan, persiapan pilkades membutuhkan 140 hari kerja hingga hari H pemilihan. Karenanya, tahapannya akan dimulai pada Oktober minggu keempat. “Akan dimulai pada Oktober. Pembentukan panitia dan seterusnya,” ujarnya.

Ia optimistis waktu yang tersedia akan cukup. Meski jika ada desa yang calon kepala desanya hanya satu orang, akan dilakukan perpanjangan pendaftaran dengan tambahan waktu 20 hari.

“Nanti tahapannya bisa dilakukan dengan sistem iris. Jadi, tidak semuanya runtut. Ada tahapan yang bisa dilakukan berbarengan,” ujar Asisten Pemerintahan Pemkab Probolinggo Heri Sulistiyanto. (mu/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/