alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Dinilai Darurat, Penggunaan BTT untuk PMK Boleh Penunjukan Langsung

DRINGU, Radar Bromo Pengadaan obat, alat penunjang vaksin, dan kebutuhan darurat untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), dibutuhkan proses cepat. Karena itu, pengadaan barang atau pengerjaan konstruksi yang sifatnya darurat itu, boleh dengan sistem Penunjukan Langsung (PL).

Plt Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo Maryoto menjelaskan, pemkab harus bergerak cepat menangani kasus PMK. Termasuk soal pengadaan obat, alat penunjang vaksin, dan kebutuhan lainnya yang diperbolehkan dilakukan dengan PL.

”Penggunaan anggaran belanja tidak terduga untuk penanganan PMK boleh menggunakan skema penunjukan langsung. Tetapi, hanya untuk pengadaan barang yang bersifat segera atau darurat,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sumber anggarannya sendiri, menurut Maryoto, boleh menggunakan BTT, sesuai Keputusan Menteri Pertanian RI tentang Penetapan Daerah Wabah PMK. Selain itu, telah ditetapkan Status Darurat oleh Gubernur Jawa Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Penyakit Mulut dan Kuku. Diikuti oleh Keputusan Bupati Probolinggo tentang hal serupa.

“Atas dasar hukum itulah, maka Pemerintah Kabupaten Probolinggo dapat menggunakan dana BTT,” terangnya.

Sementara dasar hukum boleh menggunakan skema PL mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021. Aturan itu mengatur tentang penunjukan langsung untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya.

Namun, penggunaan BTT terhadap penanganan wabah PMK, menggunakan skema PL diprioritaskan untuk hal-hal yang hanya bersifat segera atau darurat. Dengan dasar hukum itu, Pemkab dapat melakukan pengadaan barang dan jasa dengan mekanisme PL.

“Penunjukan langsung ini dilakukan hanya terhadap barang-barang yang bersifat darurat. Misalnya pengadaan obat, alat penunjang vaksin, dan bahan-bahan untuk menunjang obat hewan ternak. Untuk yang lainnya tetap menggunakan seperti mekanisme yang biasanya,” tegasnya. (mas/hn)

DRINGU, Radar Bromo Pengadaan obat, alat penunjang vaksin, dan kebutuhan darurat untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), dibutuhkan proses cepat. Karena itu, pengadaan barang atau pengerjaan konstruksi yang sifatnya darurat itu, boleh dengan sistem Penunjukan Langsung (PL).

Plt Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo Maryoto menjelaskan, pemkab harus bergerak cepat menangani kasus PMK. Termasuk soal pengadaan obat, alat penunjang vaksin, dan kebutuhan lainnya yang diperbolehkan dilakukan dengan PL.

”Penggunaan anggaran belanja tidak terduga untuk penanganan PMK boleh menggunakan skema penunjukan langsung. Tetapi, hanya untuk pengadaan barang yang bersifat segera atau darurat,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sumber anggarannya sendiri, menurut Maryoto, boleh menggunakan BTT, sesuai Keputusan Menteri Pertanian RI tentang Penetapan Daerah Wabah PMK. Selain itu, telah ditetapkan Status Darurat oleh Gubernur Jawa Timur berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Penyakit Mulut dan Kuku. Diikuti oleh Keputusan Bupati Probolinggo tentang hal serupa.

“Atas dasar hukum itulah, maka Pemerintah Kabupaten Probolinggo dapat menggunakan dana BTT,” terangnya.

Sementara dasar hukum boleh menggunakan skema PL mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021. Aturan itu mengatur tentang penunjukan langsung untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya.

Namun, penggunaan BTT terhadap penanganan wabah PMK, menggunakan skema PL diprioritaskan untuk hal-hal yang hanya bersifat segera atau darurat. Dengan dasar hukum itu, Pemkab dapat melakukan pengadaan barang dan jasa dengan mekanisme PL.

“Penunjukan langsung ini dilakukan hanya terhadap barang-barang yang bersifat darurat. Misalnya pengadaan obat, alat penunjang vaksin, dan bahan-bahan untuk menunjang obat hewan ternak. Untuk yang lainnya tetap menggunakan seperti mekanisme yang biasanya,” tegasnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/