alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Awak Jurnalis Bagikan Masker ke Pengendara-PKL di HPN

KRAKSAAN, Radar Bromo – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) juga digelar dengan aksi bagi-bagi masker oleh sejumlah wartawan. Awak media yang tergabung pada Kelompok Kerja Jurnalis (Pokja) Jurnalis Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, bersama Polres Probolinggo, Senin (8/2), membagikan masker ke warga dan pengguna jalan.

Bagi-bagi masker bertemakan “Membangkitkan semangat ekonomi Kerakyatan ditengah Pandemi Covid-19” tersebut, dipusatkan di dua titik. Pertama Alun-alun Kraksaan dan kedua di lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL).

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, beberapa petugas kepolisian berjaga-jaga dalam acara mengatur arus lalu lintas saat pembagian berlangsung di jalan depan Alun-alun Kraksaan. Selain jurnalis dan kepolisian, Dinas Komunikasi dan Informasi Diskominfo juga ikut andil.

SEKALIGUS EDUKASI: Selain ke pengendara, masker juga diberikan ke PKL di Kraksaan. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Waka Polres Probolinggo, Kompol Agung Setyono yang hadir, ikut memberikan masker kepada para pengendara dan pedagang dan pengunjung PKL. Dia mengatakan, mengingat saat ini masih masuk pada masa pandemi Covid-19, maka sangat perlu kiranya mengingatkan kembali penerapan protokol kesehatan.

“Selain memberikan masker, bersama rekan media juga mengedukasi bagaimana cara memakai masker yang baik. Bukan di mulut, tapi hidungnya terbuka. Hal ini dimaksudkan untuk bagaimana terus memberi ruang kepada para pelaku ekonomi dengan tidak melupakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator aksi pembagian masker, Saifullah mengatakan, kalau pembagian masker pada masyakarat ini untuk menumbuhkembangkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19. “Kami sengaja memberikan masker pada PKL, agar para PKL tetap mematuhi protokol kesehatan saat berjualan dagangannya,” ujarnya.

Saiful mengajak pada pelaku usaha, agar tetap bersemangat dan terus berkreasi untuk membangkitkan ekonomi.“Ditengah pandemi ini, para pedagang atau pelaku usaha dituntut untuk berkreasi, agar ekonomi kreatif bangkit,” ujarnya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) juga digelar dengan aksi bagi-bagi masker oleh sejumlah wartawan. Awak media yang tergabung pada Kelompok Kerja Jurnalis (Pokja) Jurnalis Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, bersama Polres Probolinggo, Senin (8/2), membagikan masker ke warga dan pengguna jalan.

Bagi-bagi masker bertemakan “Membangkitkan semangat ekonomi Kerakyatan ditengah Pandemi Covid-19” tersebut, dipusatkan di dua titik. Pertama Alun-alun Kraksaan dan kedua di lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL).

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, beberapa petugas kepolisian berjaga-jaga dalam acara mengatur arus lalu lintas saat pembagian berlangsung di jalan depan Alun-alun Kraksaan. Selain jurnalis dan kepolisian, Dinas Komunikasi dan Informasi Diskominfo juga ikut andil.

SEKALIGUS EDUKASI: Selain ke pengendara, masker juga diberikan ke PKL di Kraksaan. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Waka Polres Probolinggo, Kompol Agung Setyono yang hadir, ikut memberikan masker kepada para pengendara dan pedagang dan pengunjung PKL. Dia mengatakan, mengingat saat ini masih masuk pada masa pandemi Covid-19, maka sangat perlu kiranya mengingatkan kembali penerapan protokol kesehatan.

“Selain memberikan masker, bersama rekan media juga mengedukasi bagaimana cara memakai masker yang baik. Bukan di mulut, tapi hidungnya terbuka. Hal ini dimaksudkan untuk bagaimana terus memberi ruang kepada para pelaku ekonomi dengan tidak melupakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator aksi pembagian masker, Saifullah mengatakan, kalau pembagian masker pada masyakarat ini untuk menumbuhkembangkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19. “Kami sengaja memberikan masker pada PKL, agar para PKL tetap mematuhi protokol kesehatan saat berjualan dagangannya,” ujarnya.

Saiful mengajak pada pelaku usaha, agar tetap bersemangat dan terus berkreasi untuk membangkitkan ekonomi.“Ditengah pandemi ini, para pedagang atau pelaku usaha dituntut untuk berkreasi, agar ekonomi kreatif bangkit,” ujarnya. (mu/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/