alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Reakreditasi 22 Puskesmas di Kab Probolinggo Masih Belum Terjadwal

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 22 puskesmas telah habis masa akreditasi. Sampai kini masih belum ada kepastian kapan pelaksanaan reakreditasi dilakukan. Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pelaksanaan reakreditasi.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Mursid menuturkan bahwa reakreditasi pada prinsipnya dilakukan untuk perbaikan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan. Setiap puskesmas akan di nilai berdasarkan beberapa aspek yang nantinya akan menentukan status puskesmas.

“Untuk reakreditasi puskesmas masih belum ada informasi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tapi tetap kami koordinasikan,” ujarnya.

Menurutnya, ada 22 puskesmas yang perlu di reakreditasi. Sebanyak 21 puskesmas akreditasinya sudah habis pada tahun lalu. Sedangkan 1 puskesmas habis masa akreditasi di awal tahun ini.

Sebelumnya reakreditasi telah diusulkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo pada pertengahan tahun lalu. Namun karena pandemi Covid-19 melanda, reakreditasi urung dilaksanakan. Sebab Kementerian Kesehatan masih fokus pada penanganan pandemi yang semakin meluas.

“Sebenarnya usulan sudah dari tahun lalu, kami hanya menunggu pelaksanaanya saja. Lambatnya reakreditasi juga tidak berpengaruh pada kualitas layanan puskesmas,” katanya.

Kendati secara aturan sudah habis masa berlakunya, status akreditasi yang lama masih berlaku sampai dengan proses reakreditas dilakukan surveyor dari Kementerian Kesehatan. Pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat pun berjalan sebagaimana mestinya.

“Sejauh ini puskesmas yang sudah masa habis masa akreditasi telah siap jika sewaktu-waktu dilaksanakan proses reakreditasi,” ujar Mursid.

Lanjut Mursid, trend yang terjadi saat reakreditasi puskesmas di Kabupaten Probolinggo, status puskesmas selalu mengalami peningkatan. Sebab dalam jangka waktu 3 tahun sebelum rekreditasi, telah terjadi peningkatan baik sarana-prasarana, manajemen dan kualitas layanannya.

“Selalu ada peningkatan status, tentunya hal ini juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan agar dapat menjamin kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sebanyak 22 puskesmas telah habis masa akreditasi. Sampai kini masih belum ada kepastian kapan pelaksanaan reakreditasi dilakukan. Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pelaksanaan reakreditasi.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Mursid menuturkan bahwa reakreditasi pada prinsipnya dilakukan untuk perbaikan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkesinambungan. Setiap puskesmas akan di nilai berdasarkan beberapa aspek yang nantinya akan menentukan status puskesmas.

“Untuk reakreditasi puskesmas masih belum ada informasi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tapi tetap kami koordinasikan,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya, ada 22 puskesmas yang perlu di reakreditasi. Sebanyak 21 puskesmas akreditasinya sudah habis pada tahun lalu. Sedangkan 1 puskesmas habis masa akreditasi di awal tahun ini.

Sebelumnya reakreditasi telah diusulkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo pada pertengahan tahun lalu. Namun karena pandemi Covid-19 melanda, reakreditasi urung dilaksanakan. Sebab Kementerian Kesehatan masih fokus pada penanganan pandemi yang semakin meluas.

“Sebenarnya usulan sudah dari tahun lalu, kami hanya menunggu pelaksanaanya saja. Lambatnya reakreditasi juga tidak berpengaruh pada kualitas layanan puskesmas,” katanya.

Kendati secara aturan sudah habis masa berlakunya, status akreditasi yang lama masih berlaku sampai dengan proses reakreditas dilakukan surveyor dari Kementerian Kesehatan. Pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat pun berjalan sebagaimana mestinya.

“Sejauh ini puskesmas yang sudah masa habis masa akreditasi telah siap jika sewaktu-waktu dilaksanakan proses reakreditasi,” ujar Mursid.

Lanjut Mursid, trend yang terjadi saat reakreditasi puskesmas di Kabupaten Probolinggo, status puskesmas selalu mengalami peningkatan. Sebab dalam jangka waktu 3 tahun sebelum rekreditasi, telah terjadi peningkatan baik sarana-prasarana, manajemen dan kualitas layanannya.

“Selalu ada peningkatan status, tentunya hal ini juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan agar dapat menjamin kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (ar/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2